
Video anak SMP diduga pesta sabu di kelas hebohkan Ketapang, Polisi pastikan hasil tes urine negatif karena barang yang digunakan palsu.
JOSS.CO.ID, KETAPANG – Video yang memperlihatkan sejumlah anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) diduga berpesta sabu di dalam ruang kelas menghebohkan warga Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). Setelah dilakukan penelusuran oleh kepolisian, diketahui bahwa barang yang dikonsumsi para pelajar tersebut ternyata palsu.
Kasus ini mencuat setelah warga Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, menggerebek empat pelajar SMP yang dicurigai sedang menggunakan narkoba di ruang kelas. Aksi penggerebekan tersebut direkam dan videonya menyebar luas di media sosial, sehingga memicu keresahan masyarakat.
Polisi yang menerima laporan langsung melakukan penanganan terhadap para pelajar tersebut. Namun, saat diamankan, barang bukti narkotika sudah tidak ditemukan di lokasi.
“Barang bukti narkoba tidak ada (saat diamankan). Informasinya, barang (haram) yang sempat dibeli ternyata palsu, sehingga hasil tes urine negatif,” kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Ketapang, Iptu Dewa Made Surita, Rabu (7/1/2026).
Digerebek Warga di Dalam Kelas
Peristiwa ini bermula dari kecurigaan warga terhadap aktivitas para siswa di lingkungan sekolah. Warga kemudian mendatangi ruang kelas dan mendapati para pelajar tersebut berada di dalam kelas dengan sejumlah alat yang menyerupai perlengkapan penggunaan sabu.
Dalam penggerebekan itu, warga menemukan alat isap atau bong yang biasa digunakan untuk mengonsumsi narkoba. Keempat pelajar tersebut kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami kemudian menerima limpahan penanganan dari Polsek Sungai Laur terkait empat anak sekolah yang diamankan warga karena diduga menggunakan sabu,” kata Dewa Made.
Tes Urine Negatif Narkoba
Keempat pelajar SMP tersebut selanjutnya dibawa ke Polres Ketapang untuk menjalani pemeriksaan. Proses pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan orang tua masing-masing siswa. Polisi juga melakukan tes urine di RSUD Agusdjam Ketapang guna memastikan keterlibatan narkotika.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruhnya dinyatakan negatif dari zat narkotika. Anak-anak tersebut kemudian dikembalikan kepada orang tua,” ujarnya.
Meski hasil tes urine negatif dan tidak ditemukan sabu, polisi tetap mengambil langkah pencegahan. Keempat siswa tersebut diwajibkan melakukan wajib lapor secara berkala bersama orang tua sebagai bentuk pengawasan dan pembinaan.
Selain itu, polisi mengamankan sejumlah barang berupa bong, sedotan, plastik klip, dan korek api yang diduga digunakan dalam kejadian tersebut. Polisi memastikan tidak ditemukan barang bukti sabu dalam kasus ini.

Leave a Reply