Cerita SBY Ungkap Alasan Hentikan Operasi Lawan GAM Pascatsunami Aceh 2004

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkap alasan menghentikan operasi TNI lawan GAM pascatsunami Aceh 2004 demi perdamaian.
(Tangkapan Layar) Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di KompasTV dalam Program Cerita Militer yang tayang Minggu (21/12/2025).

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkap alasan menghentikan operasi TNI lawan GAM pascatsunami Aceh 2004 demi perdamaian.

JOSS.CO.ID, – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengungkapkan pertimbangannya yang secara sepihak memerintahkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menghentikan pertempuran melawan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pascatsunami Aceh pada akhir 2004.

Pernyataan tersebut disampaikan SBY di KompasTV dalam Program Cerita Militer yang tayang Minggu (21/12/2025).

SBY menjelaskan, keputusan tersebut menuai pro dan kontra karena saat itu Aceh masih dianggap sebagai wilayah pemberontakan yang harus ditumpas melalui operasi militer.

“Banyak yang menentang dan mengatakan my policy was wrong, karena pikiran mereka Aceh itu pemberontakan yang harus ditumpas,” kata SBY.

Meski demikian, SBY memiliki pandangan berbeda. Ia menilai pendekatan militer yang telah berlangsung selama 30 tahun tidak menghasilkan solusi yang diharapkan.

“Saya berpikirnya lain. Operasi militer sudah kita jalankan selama 30 tahun, tidak berhasil. Berarti harus kita pilih cara yang lain. Tujuannya kan bukan operasi militernya. Tujuannya Aceh menjadi bagian dari Indonesia. Kedaulatan terjaga, Merah Putih berkibar di sana,” tegasnya.

Dampak Tsunami Aceh Jadi Titik Balik

Gempa bumi dan tsunami besar yang melanda Aceh pada akhir Desember 2004 menjadi momentum penting dalam proses perdamaian. Saat bencana terjadi, SBY sedang berada di Jayapura sebelum akhirnya terbang ke Aceh pada hari kedua.

“I tell you, waktu saya datang hari kedua, karena hari pertama saya masih di Jayapura, saya langsung terbang,” tuturnya.

“Saya melihat unthinkable, kehancuran, kerusakan, despair, no home. Saya harus bangun semuanya dari bawah,” kenangnya.

Melihat kondisi tersebut, SBY mengambil keputusan strategis dengan memerintahkan TNI menghentikan pertempuran dan memprioritaskan penyelamatan korban bencana.

“Oleh karena itu saya sepihak saya nyatakan TNI berhenti bertempur. Sepihak loh. Utamakan menyelamatkan saudara-saudara kita, sehingga semua seperti ada ceasefire sepihak dari saya dengan risiko yang saya ambil.”

SBY menyadari risiko besar dari keputusan tersebut. Ia menyebut, apabila GAM tetap melakukan serangan, maka dirinya yang akan dimintai pertanggungjawaban. Namun situasi justru berkembang positif.

“Tapi apa yang terjadi? Alhamdulillah, puji Tuhan, GAM pun berhenti melaksanakan pertempuran. Nah, setelah itu akhirnya terbuka window of opportunity,” imbuhnya.

Komitmen Perdamaian dalam Kampanye Pilpres

Dalam kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres), SBY menegaskan komitmennya untuk melanjutkan proses perdamaian di Aceh jika terpilih.

“Melunasi utang IMF tidak saya janjikan tapi Aceh saya janjikan. Jika saya terpilih akan kita lanjutkan lagi solusi damai. Pesan saya kepada Aceh, perdamaian itu mahal, tidak mudah jaga. Dan bukan hanya menjaga kedamaian di Aceh, bangun Aceh agar lebih maju dan lebih adil,” ungkap SBY.

Isu Aceh dan Papua dalam Dinamika Politik

Dalam perkembangan terkini, muncul berbagai provokasi di media sosial, termasuk Twitter, yang mendorong isu kemerdekaan Aceh kembali mengemuka dengan memanfaatkan momentum bencana banjir bandang.

SBY juga menyinggung perbedaan dinamika konflik Aceh dan Papua. Menurutnya, salah satu faktor yang membuat perdamaian di Papua lebih kompleks adalah terpecahnya kelompok perlawanan, mulai dari United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) yang bergerak secara diplomatis, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) melalui aksi demonstrasi, hingga Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB/KKB) yang mengangkat senjata, serta kelompok lain seperti NFRPB.

Fragmentasi tersebut dinilai menjadi tantangan besar dalam menciptakan satu jalur dialog dan penyelesaian damai yang utuh seperti yang terjadi di Aceh.

Baca Juga:

Hidayat Nur Wahid Dukung Soeharto Masuk Daftar Calon Pahlawan Nasional

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*