Investor Global SUN Dual Currency RI, Penawaran Melebihi Target Pemerintah

Investor Global Serbu Surat Utang Dual Currency RI, Penawaran Melebihi Target Pemerintah
Ilustrasi, Seratus euro dan seratus dolar (istock)

JOSS.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia kembali mencetak capaian positif di pasar keuangan global. Melalui penerbitan Surat Utang Negara (SUN) dalam dua mata uang asing (dual currency), yakni dolar Amerika Serikat (AS) dan euro, minat investor melonjak tinggi hingga melebihi target yang ditetapkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.

Penerbitan SUN ini dilakukan dalam format SEC-registered, yakni terdaftar di U.S. Securities and Exchange Commission (SEC). Berdasarkan jadwal, tanggal pricing telah dilakukan pada 8 Oktober 2025, sementara tanggal setelmen atau penerbitan akan berlangsung pada 16 Oktober 2025.

Kementerian Keuangan mencatat, total penawaran yang masuk untuk surat utang denominasi dolar AS mencapai lebih dari US$ 4,9 miliar, sedangkan untuk denominasi euro mencapai sekitar EUR 3 miliar. Angka tersebut jauh di atas nominal penerbitan yang ditetapkan pemerintah.

Dalam keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), disebutkan bahwa keberhasilan ini menunjukkan kuatnya kepercayaan investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia serta kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah.

“Transaksi ini menandai keberhasilan pemerintah menerbitkan global bonds dengan format SEC-registered untuk yang ke-17 kalinya,” tulis DJPPR dalam siaran pers, Kamis (9/10/2025).

Rincian Penerbitan SUN

Penerbitan kali ini terdiri dari tiga seri surat utang dengan total nilai setara Rp 30,63 triliun. Rinciannya sebagai berikut:

  • SUN denominasi dolar AS (USD) sebesar US$ 1,85 miliar atau sekitar Rp 30,62 triliun, terdiri dari:
    • RI0431 senilai US$ 600 juta, tenor 5,5 tahun, yield 4,350%
    • RI0436 senilai US$ 1,25 miliar, tenor 10,5 tahun, yield 4,950%
  • SUN denominasi euro (EUR) sebesar EUR 600 juta atau sekitar Rp 11,53 triliun, seri RIEUR1033, tenor 8 tahun, yield 3,752%.

Penerbitan dalam denominasi euro dilakukan dalam format thematic bond atau Sustainable Development Goals (SDG) bond, menjadikannya penerbitan SDG bond ketiga sejak 2021.

Menurut DJPPR, SDG bond kali ini diterbitkan mengacu pada Sustainable Government Securities Framework, sebuah kerangka yang disusun pemerintah Indonesia agar sejalan dengan standar internasional seperti International Capital Market Association (ICMA) principles.

Dana hasil penerbitan (proceeds) dari seri SDG bond akan dialokasikan untuk membiayai program dan proyek yang memenuhi kriteria Eligible SDGs Expenditures, termasuk di bidang energi bersih, infrastruktur hijau, dan pemberdayaan sosial.

“Pemerintah terus berkomitmen untuk memenuhi standar yang berlaku dalam penerbitan obligasi tematik serta menyusun laporan alokasi dan dampak dari setiap proyek,” lanjut pernyataan DJPPR.

Tingginya minat investor terhadap penerbitan SUN dual currency ini tak lepas dari kuatnya fundamental ekonomi Indonesia. Meski menghadapi tantangan global, perekonomian nasional tetap menunjukkan ketahanan yang baik, dengan inflasi terkendali dan pertumbuhan PDB di atas rata-rata kawasan.

Selain itu, manajemen utang pemerintah yang dinilai hati-hati dan transparan ikut memperkuat kepercayaan investor institusi besar seperti dana pensiun, bank internasional, dan manajer aset global.

Ketiga seri SUN yang diterbitkan telah memperoleh peringkat kredit investment grade, yakni Baa2 dari Moody’s Investors Service, BBB dari Standard & Poor’s (S&P), dan BBB dari Fitch Ratings.

Peringkat tersebut mencerminkan risiko investasi yang moderat dan prospek pembayaran utang yang terjaga.

Untuk meningkatkan likuiditas dan akses investor global, pemerintah akan mencatatkan ketiga seri surat utang ini di dua bursa utama dunia Singapore Exchange Securities Trading Limited (SGX-ST), dan Frankfurt Stock Exchange (FSE).

Langkah ini memperluas basis investor sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu penerbit aktif di pasar obligasi internasional.

Dalam penerbitan kali ini, pemerintah menunjuk sejumlah lembaga keuangan global ternama sebagai Joint Lead Managers, yaitu BNP Paribas, Deutsche Bank (B&D), Goldman Sachs, Mandiri Securities dan Morgan Stanley

Sementara itu, PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk berperan sebagai Domestic Dealers, dengan Deutsche Bank bertindak sebagai Sustainable Structuring Coordinator.

Kolaborasi ini menunjukkan keterlibatan aktif institusi keuangan besar dalam mendukung penerbitan surat utang berstandar internasional oleh pemerintah Indonesia.

Kementerian Keuangan menegaskan bahwa hasil penerbitan SUN dual currency ini akan digunakan untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025, tanpa menambah risiko fiskal secara berlebihan.

Khusus untuk SDG bond, pemerintah menargetkan pendanaan diarahkan pada proyek-proyek berorientasi pembangunan berkelanjutan. Beberapa sektor prioritas antara lain transisi energi bersih (energi terbarukan dan efisiensi energi, infrastruktur hijau dan transportasi ramah lingkungan, pendidikan dan inklusi sosialdan pemberdayaan ekonomi perempuan dan UMKM hijau

Analis pasar obligasi menilai keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi posisi Indonesia di pasar keuangan internasional. Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, kemampuan Indonesia menarik investor besar dengan yield kompetitif dianggap luar biasa.

“Capaian ini menunjukkan kredibilitas Indonesia sebagai sovereign issuer yang konsisten dan memiliki rekam jejak baik dalam mengelola penerbitan global bond,” ujar seorang analis dari lembaga investasi internasional yang dikutip Bisnis.com.

Selain memperkuat reputasi, penerbitan ini juga membantu diversifikasi sumber pembiayaan pemerintah agar tidak hanya bergantung pada pasar domestik.

Tingginya minat investor global terhadap SUN dual currency Indonesia 2025 menjadi bukti bahwa pasar masih menilai prospek ekonomi nasional cukup solid. Dengan pengelolaan fiskal yang hati-hati, pemerintah dinilai mampu menjaga stabilitas dan menjaga kepercayaan investor.

“Pencapaian ini menegaskan dukungan luas dari beragam basis investor internasional dan memperkuat posisi Republik Indonesia sebagai penerbit kredibel di pasar global,” tulis DJPPR.

Baca Juga: Pajak E-Commerce Ditunda, Tunggu Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*