
JOSS.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan inovasi unik bernama Tepuk Sakinah, sebuah yel-yel gerak tepuk tangan yang dipakai dalam program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) untuk membantu calon pengantin (catin) menghafal lima pilar keluarga sakinah.
Fenomena ini kini viral di media sosial dan menjadi topik hangat di kalangan pasangan yang hendak menikah.
Menurut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, Bimwin dirancang agar catin siap lahir batin menyusun rumah tangga. Dengan metode yel-yel “Tepuk Sakinah”, komponen inti keluarga sakinah bisa disampaikan melalui cara ringan, interaktif, dan mudah diingat.
“Melalui Tepuk Sakinah, pilar keluarga sakinah lebih mudah diingat dan suasana pembekalan menjadi lebih hidup,” ujar Abu Rokhmad saat konferensi pers di Jakarta.
Gerakan tepuk tangan disisipkan agar saat konflik, pasangan bisa kembali ke esensi nilai-nilai sakinah sebagai penenang mental. Pilar-pilar seperti Zawaj, Mitsaqan Ghalizan, Mu’asyarah Bil Ma’ruf, Musyawarah, dan Taradhin diinternalisasi lewat yel sederhana.
Pihak Pelaksana, Kemenag lewat Direktorat Jenderal Bimas Islam dan Unit KUA di daerah. Pihak Terdampak, Catin yang mengikuti Bimwin, fasilitator Bimwin, serta masyarakat luas yang menyaksikan fenomena melalui media sosial.
Tahun 2025, Kemenag menargetkan 600 fasilitator Bimwin disebar ke seluruh provinsi untuk mendampingi catin sebelum hingga sesudah nikah lewat program lanjutan seperti SERASI, KOMPAK, dan layanan ketahanan keluarga.
“Tepuk Sakinah” mulai diaplikasikan dalam sesi Bimwin sejak pertengahan tahun 2025, terutama di KUA dan pusat-pusat pembekalan catin. Sudah banyak video tutorial dan demo dari daerah seperti KUA Menteng, Karangasem, dan lainnya yang tersebar di Instagram dan TikTok.
Contohnya, akun Instagram KUA Menteng sering mengunggah video gerakan dan lirik Tepuk Sakinah yang dikemas dalam bentuk reel interaktif.
Format “Tepuk Sakinah” memadukan tepukan tangan dan lirik sederhana agar peserta bisa langsung ikut dan menghafal. Berikut garis besar proses dan lirik (versi yang umum tersebar)
Langkah Umum, fasilitator memimpin yel-yel dengan gerakan tepuk tangan, catin mengulangi baris lirik sambil mengikuti gerakan dan ulang dari awal agar lebih kuat ingatannya.
Contoh Lirik Tepuk Sakinah “Berpasangan … (tepuk 3x)” “Janji kokoh … (tepuk 3x)” “Saling cinta, saling hormat, saling jaga, saling ridho” “Musyawarah untuk sakinah…” Ulang dari baris pertama.
Gerakan simbolik: misalnya jari telunjuk untuk “Berpasangan”, genggaman tangan untuk “Janji Kokoh”, bentuk hati untuk “Cinta”, hingga tepukan akhir bersama.
Mudah diingat & menyenangkan: Catin melibatkan fisik dan audio saat belajar materi. Penguatan internalisasi nilai, pilar keluarga sakinah jadi tidak abstrak, tetapi bagian dari gerakan ritual psikologis.
Mencairkan suasana, metode ice breaking ini membantu suasana jadi tidak kaku di kelas Bimwin. Viral & edukatif, publisitas dari media sosial menarik perhatian publik terhadap program Bimwin.
Kekhawatiran trivial, ada yang menilai gerakan tepuk tangan bisa dianggap “seremonial ringan” dibandingkan urgensi materi mendalam.
Fasilitator belum merata kualitasnya, tidak semua fasilitator mampu mengemas yel kreatif tanpa kehilangan bobot materi.
Adopsi lokal berbeda-beda, budaya atau kebiasaan masyarakat di daerah tertentu bisa merasa tidak cocok dengan format gerakan.
“Tepuk Sakinah” adalah inovasi Kemenag melalui Bimwin agar lima pilar keluarga sakinah tidak hanya disampaikan secara teori, tetapi juga melekat dalam ingatan calon pengantin lewat nyanyian dan tepukan. Metode ini memadukan edukasi, hiburan, dan penguat nilai.
Jika dijalankan dengan konsisten dan kreatif, “Tepuk Sakinah” berpotensi memperkuat ikatan pasangan dan turut menekan angka perceraian. Namun, pendampingan dan evaluasi terus menerus dibutuhkan agar kualitas fasilitator tetap tinggi dan adaptasi lokal berjalan mulus.

Leave a Reply