
JOSS.CO.iD, JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membantah isu yang menyebut Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mandi menggunakan air galon saat melakukan kunjungan kerja ke daerah pelosok. Kemenpar menegaskan informasi tersebut tidak benar alias hoaks.
Kabar itu beredar di media sosial sejak akhir pekan lalu. Beberapa unggahan mengklaim informasi berasal dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemenpar. Namun, pihak kementerian menyatakan tuduhan itu tidak memiliki dasar.
Staf Khusus Menpar, Apni Jaya Putra, menegaskan bahwa kabar itu sepenuhnya tidak benar. Ia menilai sumber informasi yang beredar tidak jelas.
“ASN mana? Sumbernya anonim. Itu berasal dari media sosial yang tidak jelas. Padahal, informasi itu sama sekali tidak benar,” kata Apni, Selasa (23/9).
Apni menambahkan, gosip semacam ini berbahaya karena bisa menyesatkan publik. “Kalau gosip berkembang jadi disinformasi bahkan hoaks, itu mengerikan,” ujarnya.
Menurut Apni, isu Menteri Widiyanti mandi dengan air galon tidak masuk akal. Ia menjelaskan kebiasaan Menpar dalam perjalanan dinas jarang menginap di daerah karena lebih sering pulang-pergi, jika menginap, hanya satu malam di hotel atau homestay dengan fasilitas memadai dan tidak pernah ada permintaan khusus mengenai air.
“Tidak ada ceritanya pakai air galon untuk mandi. Itu 100 persen hoaks,” tegas Apni.
Selain isu air galon, gaya berpakaian Menpar Widiyanti juga menjadi sorotan. Sejumlah foto lama yang menampilkan gaya busana mewah beredar kembali di media sosial.
Apni menjelaskan, foto-foto itu diambil sebelum Widiyanti menjabat sebagai menteri. Setelah menjadi pejabat negara, busana yang dikenakan justru banyak menggunakan kain nusantara.
“Beliau lama di dunia fashion. Setelah jadi menteri, pakaian yang dipakai lebih banyak wastra nusantara, sekaligus promosi budaya dan pariwisata,” jelas Apni.
Isu lain yang beredar menyebutkan adanya permintaan penyambutan berlebihan setiap kali Menpar berkunjung ke daerah. Namun, Kemenpar membantah hal tersebut.
“Ibu menteri tidak mau daerah repot menyambut. Bahkan sering pulang tanpa seremoni, hanya pamit singkat,” kata Apni.
Meski diterpa isu miring, Kemenpar menegaskan Menpar Widiyanti tetap fokus pada program pembangunan pariwisata nasional. Beberapa prioritas yang ditekankan antara lain peningkatan jumlah wisatawan, pengembangan destinasi, penciptaan lapangan kerja, serta dukungan bagi UMKM.
“Kalau kami diam, publik bisa mengira benar. Padahal semua bisa dicek, mulai dari jadwal kunjungan, lokasi menginap, hingga fasilitas yang digunakan,” ujar Apni.
Kemenpar mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi. Hoaks yang menyasar pejabat publik dinilai bisa mengganggu program kerja pemerintah.
Masyarakat diimbau merujuk pada sumber resmi kementerian maupun media kredibel untuk memastikan kebenaran informasi.

Leave a Reply