Jokowi Masuk Dewan Penasihat Bloomberg New Economy, Forum Global Didirikan Pengusaha Yahudi

Jokowi Masuk Dewan Penasihat Bloomberg New Economy, Forum Global Didirikan Pengusaha Yahudi
Bloomberg New Economy, Forum Global Didirikan Pengusaha Yahudi

JOSS.CO.iD, JAKARTA– Mantan Presiden RI Jokowi menduduki posisi di Dewan Penasihat Bloomberg New Economy, forum global yang didirikan oleh pengusaha terkenal Michael Rubens Bloomberg, keturunan Yahudi dari Eropa Timur. Jokowi –panggilannya– dipercaya untuk memberikan masukan strategis dalam forum yang bertujuan menghadapi tantangan ekonomi global.

Michael Bloomberg, yang pernah menjabat Wali Kota New York selama tiga periode sejak 1 Januari 2002 hingga 31 Desember 2013, mendirikan Bloomberg New Economy pada 2018. Bloomberg dikenal sebagai filantrop yang aktif mendukung kampanye global, termasuk program antitembakau, dan dinobatkan sebagai salah satu Yahudi paling berpengaruh di dunia.

Misi Bloomberg New Economy

Menurut laman resmi forum, misinya ialah “terlibat dalam pergeseran kekuatan ekonomi dari Barat ke Timur dan Utara ke Selatan yang berakar pada demografi dengan dorongan globalisasi dan dipercepat digitalisasi.”

Lebih lanjut, forum ini menyatakan: “Misi kami ialah menghadapi tantangan terbesar bagi kemakmuran global dan mendorong dialog menuju solusi.” Bloomberg New Economy berupaya menjembatani pemerintah dan sektor swasta untuk menemukan solusi inovatif bagi ekonomi dunia.

Program Catalysts

Melalui program Catalysts, Bloomberg New Economy menggandeng berbagai industri dan menggelar acara internasional di kota-kota besar, termasuk Singapura, Beijing, Panama City, Dublin, Marrakesh, dan Sao Paulo. Program ini bertujuan memperkuat kerja sama antara sektor publik dan swasta dalam menghadapi isu ekonomi global.

Tokoh-Tokoh di Dewan Penasihat

Selain Michael Bloomberg, anggota Dewan Penasihat forum ini antara lain:

  • Mantan Perdana Menteri Italia, Mario Draghi
  • Eks Deputi PM Singapura, Gan Kim Yong
  • Menteri Perdagangan AS periode 2021–2025, Gina Raimondo

Akademisi juga diikutsertakan, seperti:

  • Prof. Gita Gopinath, Harvard University
  • Prof. Merit Janow, Columbia University

Tokoh keuangan lain yang duduk di dewan ini adalah Dawn Fitzpatrick, CEO sekaligus CIO Soros Fund Management, dan Jorge Paulo Lemann, Chairman Jorge Paulo Lemann Foundation, yang dikenal sebagai Raja Bir.

Selain itu, nama-nama seperti pendiri WhatsApp Jan Koum, Michael Dell, Marc Benioff, Larry Ellison, dan miliuner Bill Ackman termasuk dalam daftar 50 Yahudi paling berpengaruh pada 2025 versi The Jerusalem Post.

Dampak bagi Indonesia

Kehadiran Jokowi di forum yang didirikan oleh pengusaha Yahudi tersebut memberikan Indonesia kesempatan untuk meningkatkan peran dan pengaruh di ekonomi global, khususnya dalam diskusi transformasi digital dan investasi internasional. Hal ini juga membuka peluang kolaborasi antara perusahaan lokal dengan pelaku industri multinasional.

Poin penting:

  1. Jokowi menjadi wakil suara Indonesia di forum global.
  2. Forum ini fokus pada isu ekonomi yang berdampak pada kemakmuran global.
  3. Program Catalysts memungkinkan kerja sama bisnis internasional untuk Indonesia.

Pandangan Ahli

Dr. R. Handoyo, ekonom Universitas Indonesia, menilai bahwa keterlibatan tokoh nasional di forum internasional penting untuk meningkatkan posisi tawar Indonesia di kancah global.

Analis pasar global menekankan bahwa pergeseran ekonomi ke Timur dan Selatan merupakan peluang besar bagi negara dengan demografi muda dan pertumbuhan digital, seperti Indonesia.

Transparansi Forum

Bloomberg New Economy menyebutkan: “Komunitas kami yang terdiri dari kepala negara, menteri senior, pimpinan organisasi multilateral, CEO multinasional, pendiri, ketua dewan direksi, investor, pemodal, inovator, dan aktivis, baik yang masih menjabat maupun yang sudah pensiun, telah berkembang hingga berjumlah lebih dari 1.500 orang.”

Masuknya Jokowi dalam Dewan Penasihat Bloomberg New Economy menegaskan posisi Indonesia di forum global dan membuka peluang kerja sama internasional. Forum ini menjadi platform strategis bagi Indonesia untuk memperkuat diplomasi ekonomi dan investasi di tingkat global.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Akan Berantas Rokok Ilegal dan Pemalsu Cukai

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*