Menteri Kehutanan: “Main Domino Bukan Bahas Kasus Pembalakan Liar”

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (kedua dari kiri) bermain domino bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Abdul Kadir Karding (kanan), Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Persatuan Olahraga Domino Indonesia Andi Rukman Nurdin Karumpa, dan pengusaha Aziz Wellang, 1 September 2025.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (kedua dari kiri) bermain domino bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Abdul Kadir Karding (kanan), Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Persatuan Olahraga Domino Indonesia Andi Rukman Nurdin Karumpa, dan pengusaha Aziz Wellang, 1 September 2025.

 JOSS.CO.ID, JAKARTA – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni akhirnya buka suara terkait pemberitaan yang menyebut dirinya main domino dengan sosok yang pernah berstatus tersangka kasus pembalakan liar. Dalam klarifikasinya, Raja Juli menegaskan bahwa pertemuan itu murni agenda pribadi, bukan untuk membicarakan perkara hukum.

Polemik bermula ketika beredar foto Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran, Abdul Kadir Karding, tengah bermain domino. Foto itu ramai diperbincangkan lantaran salah satu pemain yang terlihat adalah Aziz Wellang, sosok yang pernah berstatus tersangka kasus pembalakan liar.

Kabar ini kemudian menimbulkan spekulasi publik. Banyak pihak bertanya-tanya apakah ada kaitan antara pertemuan itu dengan kasus hukum yang sempat menjerat Aziz.

Melalui keterangan tertulis pada Sabtu malam, 6 September 2025, Raja Juli menjelaskan duduk perkara. Ia menegaskan pertemuan tersebut tidak ada kaitannya dengan isu pembalakan liar.

“Saya berdiskusi dengan Mas Menteri Karding berdua saja di ruang bagian belakang selama sekitar dua jam lebih,” ungkap Raja Juli.

Ia menjelaskan, kedatangannya ke posko Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) semata-mata untuk memenuhi undangan dari Menteri Karding, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal organisasi tersebut.

“Tidak ada tema diskusi kami menyangkut kasus pembalakan liar sama sekali,” tegasnya.

Menurut Raja Juli, menjelang tengah malam ia berpamitan. Namun sebelum pulang, Menteri Kehutanan tersebut bersama Karding diajak bergabung dengan sejumlah orang yang sedang main domino di ruang tamu.

“Setelah dua kali putaran, saya pamit pulang. Saya tidak kenal dengan dua pemain lainnya,” jelasnya.

Ia mengaku baru mengetahui kemudian bahwa salah satu pemain adalah Aziz Wellang, sosok yang pernah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Nama Aziz Wellang memang tak asing di telinga aparat hukum kehutanan. Ia sempat ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembalakan liar. Namun, pada 9 Desember 2024, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan permohonan praperadilan Aziz dan membatalkan status tersangkanya.

Keputusan ini membuat status hukum Aziz berubah, sehingga secara resmi ia tidak lagi berstatus tersangka. Fakta inilah yang kemudian memperkuat klaim Raja Juli bahwa pertemuannya tidak berkaitan dengan kasus hukum.

Meski mengakui sempat terlibat sebentar dalam permainan domino bersama Aziz, Raja Juli menegaskan komitmennya terhadap penegakan hukum.

“Bagi saya, tidak ada sedikit pun ruang bagi siapa pun yang melakukan pelanggaran hukum di kawasan hutan. Saya akan menegakkan hukum setegas-tegasnya kepada pembalak liar tanpa pandang bulu,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatannya sebatas hadir sebentar tanpa pembahasan perkara hukum apa pun.

“Demikian yang dapat saya sampaikan dengan sebenar-benarnya, secara faktual menceritakan apa yang sesungguhnya terjadi,” pungkasnya.

Pernyataan Raja Juli sontak mendapat beragam tanggapan. Sebagian pihak menilai klarifikasi ini penting untuk meredam spekulasi. Namun, ada juga yang menyoroti bagaimana pejabat publik sebaiknya lebih berhati-hati dalam memilih pergaulan, mengingat sensitivitas isu pembalakan liar.

Baca Juga: Luhut Pandjaitan: Jangan Sok Paling Bersih, Korupsi Habis Hanya di Surga

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*