
ASN Diperbolehkan Aktif di Ormas, Termasuk Kosgoro 1957
Joss.co.id, Purbalingga – Aparatur Sipil Negara (ASN) mendapat ruang lebih luas untuk aktif di organisasi kemasyarakatan (ormas). Termasuk menjadi pengurus Kosgoro 1957, salah satu organisasi yang berafiliasi dengan Partai Golkar. Ini diungkap dalam kegiatan konsolidasi Kosgoro 1957 yang digelar di Aula Graha Adiguna, Kompleks Pendopo Dipokusuman, Kabupaten Purbalingga, pada Sabtu sore, 13 Agustus 2025.
Ketua Kosgoro 1957 Kabupaten Purbalingga, Agus Sulastomo, menegaskan bahwa banyak ASN yang kini berminat ikut aktif dalam kepengurusan.
“Saat ini banyak ASN yang ingin ikut aktif di Kosgoro 1957, mengingat ASN tidak ada larangan untuk menjadi pengurus dan aktif di Kosgoro, mengingat ASN diperbolehkan aktif di Ormas apa saja, termasuk menjadi pengurus di Kosgoro 1957 sebagai Ormas,” jelas Agus dalam laporannya.
Konsolidasi Kosgoro 1957 di Jawa Tengah
Acara konsolidasi Kosgoro 1957 di Purbalingga dihadiri jajaran pengurus dari berbagai daerah, yakni Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, dan Purbalingga.
Ketua PDK Kosgoro 1957 Jawa Tengah yang juga Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, ST, M.En, hadir memberikan arahan penting. Ia menekankan peran aktif kader Kosgoro 1957 dalam Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Purbalingga.
Menurutnya, idealnya pemilihan Ketua Golkar Purbalingga dapat berlangsung secara aklamasi.
“Syukur-syukur kader Kosgoro 1957 yang aktif di Partai Golkar, ikut aktif dalam terciptanya pemilihan Ketua secara aklamasi,” tegas Saleh.
Risiko Jika Musda Harus Voting
Saleh yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah mengingatkan bahwa proses voting bisa membawa dampak negatif.
“Ini situasi dan kondisi yang kurang baik bagi upaya Partai Golkar tuk meraih prestasi ke depannya,” ungkap Saleh.
Menurutnya, bila terjadi voting, potensi perpecahan internal sulit dihindari. Ada risiko kader yang kalah pindah ke partai lain pada Pemilu 2029, atau menyimpan rasa kecewa sehingga enggan berjuang bersama kepengurusan baru.
Laporan Pengurus Daerah: Dari Cilacap Hingga Banyumas
Kegiatan konsolidasi juga diwarnai laporan dari masing-masing pengurus daerah:
- Cilacap – Ketua Kosgoro 1957 Cilacap, Ekanto Wahyuning Santoso, menyampaikan bahwa setelah SK kepengurusan turun, pihaknya segera melakukan konsolidasi hingga tingkat kecamatan.
“Semoga untuk seluruh kecamatan di Cilacap, dapat segera terbentuk Pengurus Kosgoronya,” ujar Ekanto. - Banjarnegara – Pengurus Kosgoro 1957 Banjarnegara, Andit Anggoro, mengungkapkan banyak kader Kosgoro sudah aktif di struktur Partai Golkar baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan. Ia berharap ada dukungan kaderisasi dari tingkat provinsi.
“Untuk itu, dirinya berharap ada support dari pimpinan Kosgoro 1957 di tingkat provinsi,” jelas Andit. - Banyumas – Ketua Kosgoro 1957 Banyumas, Haris S, menyoroti kendala klasik berupa pendanaan.
“Sering kali aktivitas kami itu terbentur dengan persoalan dana. Memang hal yang klasik, tetapi ini suatu kenyataan yang ada, riel,” kata Haris. - Purbalingga – Agus Sulastomo mengakui pihaknya belum menuntaskan susunan kepengurusan. Namun ia optimis struktur organisasi segera rampung.
Kosgoro 1957 Didorong Jadi Penggerak Partai Golkar
Mohammad Saleh menekankan pentingnya peran Kosgoro 1957 sebagai salah satu pilar utama Partai Golkar. Menurutnya, pengurus yang masa baktinya sudah selesai harus segera menggelar musyawarah daerah agar estafet kepemimpinan berjalan lancar.
Ia menilai regenerasi kepengurusan penting untuk menjaga soliditas organisasi. Dengan begitu, Kosgoro 1957 dapat semakin berkontribusi terhadap kemenangan Partai Golkar di Jawa Tengah.
ASN dan Ormas: Regulasi yang Menguatkan Demokrasi
Keterlibatan ASN dalam ormas seperti Kosgoro 1957 juga menegaskan pentingnya demokratisasi di Indonesia. Berdasarkan aturan terbaru, ASN diperbolehkan aktif dalam ormas sepanjang tidak melanggar netralitas politik praktis di pemilu.
Dengan dasar itu, peluang bagi ASN untuk menjadi pengurus organisasi kemasyarakatan semakin terbuka. Kosgoro 1957 bisa menjadi salah satu wadah strategis bagi ASN untuk mengabdi di bidang sosial-politik tanpa harus terjun langsung ke partai.
Tantangan Kosgoro 1957 ke Depan
Meski peluang terbuka lebar, tantangan Kosgoro 1957 tidak ringan. Beberapa poin yang muncul dalam konsolidasi antara lain:
- Keterbatasan dana: banyak pengurus daerah mengeluh sulitnya menjalankan program karena keterbatasan anggaran.
- Regenerasi kader: dibutuhkan kaderisasi intensif untuk melahirkan pemimpin baru.
- Soliditas internal: Golkar harus menghindari konflik akibat perbedaan pilihan dalam Musda.
- Optimalisasi peran ASN: perlu aturan teknis agar peran ASN di ormas tetap dalam koridor netralitas birokrasi.
Konsolidasi Kosgoro 1957 di Purbalingga menjadi momentum penting, terutama dengan adanya peluang ASN aktif di ormas. Kehadiran Mohammad Saleh menegaskan bahwa Kosgoro 1957 harus terus memperkuat barisan untuk mendukung Partai Golkar. (EAR)

Leave a Reply