JOSS.CO.ID, Jakarta – Puluhan warga Papua menggelar unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Selasa siang (3/6/2025).
Mereka mendesak untuk bertemu langsung dengan Menteri HAM Natalius Pigai guna menyampaikan keresahan mereka atas pelanggaran HAM Papua yang masih terus terjadi.
Salah satu orator menyampaikan lewat mobil komando bahwa warga Papua merasa hak hidup mereka terancam akibat kekerasan bersenjata yang kerap terjadi di berbagai wilayah.
“Ini bukan hanya terjadi di satu atau dua daerah, tapi hampir di seluruh tanah Papua. Ibu-ibu dan anak-anak jadi korban, mereka dibunuh tanpa alasan,” tegas orator tersebut dalam aksinya.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di depan gedung Kemenkumham. Mereka menolak bertemu perwakilan kementerian dan menuntut Natalius Pigai hadir secara langsung.
“Kami tidak butuh perwakilan, kami ingin bicara langsung kepada Pak Menteri!” teriak massa.
Aksi damai ini mendapat pengawalan dari aparat kepolisian. Meski menimbulkan kepadatan lalu lintas, jalan masih dapat dilalui dan belum dilakukan penutupan penuh.
Aksi tersebut dipicu oleh dugaan operasi militer di Papua yang menewaskan warga sipil. Kasus terbaru terjadi di Kampung Jaindapa, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, saat Satgas Habema TNI diduga menewaskan seorang perempuan bernama Hetina Mirip.
Menurut laporan dari Komnas HAM Papua, korban ditemukan dalam kondisi tak layak dikuburkan. Kepala Sekretariat Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, mengungkapkan bahwa sebagian tubuh korban ditemukan tidak terkubur dengan sempurna.
“Informasi dari mitra kami menyebutkan korban ditemukan sembilan hari setelah kejadian, dan dikuburkan dengan cara yang tidak manusiawi,” ujar Frits dalam konferensi pers, Senin (26/5).
Menanggapi tuduhan tersebut, pihak Mabes TNI membantah telah menargetkan warga sipil. Mereka menegaskan bahwa seluruh korban yang tewas dalam kontak tembak merupakan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Leave a Reply