JOSS.CO.ID, Jakarta – Ustaz Khalid Basalamah memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan klarifikasi dalam penyelidikan dugaan korupsi kuota haji. Dalam pernyataannya, Khalid menegaskan bahwa kehadirannya di KPK merupakan bentuk kepatuhan sebagai warga negara, bukan karena terlibat dalam kasus tersebut.
“Saya hadir karena ingin taat kepada pemerintah. Itu kewajiban saya sebagai warga negara dan bagian dari prinsip Ahlussunnah wal Jamaah,” ujar Khalid dalam video berjudul Talkshow Tanya Ustaz: Bagaimana Menyikapi Pemberitaan Ustaz Khalid Basalamah Dipanggil KPK? yang diunggah di kanal YouTube resminya, Kamis (26/6).
Khalid menjelaskan bahwa ia dipanggil semata-mata sebagai pelaku usaha travel umrah dan haji, bukan karena terlibat langsung dalam perkara dugaan korupsi.
“Saya bukan pejabat Kementerian Agama, bukan menteri, bukan staf, dan tidak memiliki keterkaitan apapun dengan dugaan korupsi itu. Saya hanya praktisi lapangan yang dimintai informasi,” tegasnya.
Ia mengaku telah menyampaikan semua informasi yang dibutuhkan penyidik sesuai kapasitasnya sebagai pengelola biro perjalanan ibadah. Menurutnya, pihak KPK membutuhkan data teknis seputar proses pelaksanaan haji dari pihak swasta.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan bahwa pihaknya sangat terbantu oleh informasi yang diberikan oleh Khalid dalam proses klarifikasi.
“Yang bersangkutan sangat kooperatif dan memberikan keterangan yang relevan sehingga memperlancar penanganan perkara kuota haji ini,” ujar Budi di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (24/6) malam.
Selain Khalid, KPK juga telah memanggil sejumlah pihak lain, termasuk dari internal Kementerian Agama, untuk dimintai keterangan. Namun, identitas mereka masih dirahasiakan demi kepentingan penyelidikan.

Leave a Reply