
JOSS.CO.ID, Banyumas – Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Agus Sriyono, mengungkapkan bahwa 10 unit bus akan disiapkan untuk mengangkut pemudik secara gratis dari Jakarta menuju Banyumas, Jawa Tengah, pada Lebaran 2025.
Selain itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga akan menyediakan armada, begitu pula Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang menyiapkan lima unit bus untuk Terminal Bus Bulupitu.
“Yang Banyumas ini ada yang dari Pemkab Banyumas, Baznas, Perumdam Tirta Satria, UMP, dan sebagainya,” kata Agus di Purwokerto, Banyumas, Rabu (12/03/2025).
Namun, Agus menyatakan hingga saat ini Kemenhub belum merilis jumlah armada yang akan dioperasikan, begitu juga dengan bus mudik gratis dari BUMN atau perusahaan lain yang belum mendapat konfirmasi.
“Biasanya, Kemenhub menyiapkan minimal 10 unit bus,” ujarnya.
Selain bus mudik, Terminal Bulupitu juga menyediakan armada untuk program balik gratis, yang saat ini berjumlah 5 unit yang berasal dari Banyumas. Bus dari Banyumas akan diberangkatkan bersamaan dengan bus dari Kabupaten Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen, meskipun penumpangnya berasal dari masing-masing daerah tersebut.
Agus menambahkan, berdasarkan rapat dengan Polresta Banyumas, Kabupaten Banyumas bersama Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara akan menjadi satu wilayah aglomerasi untuk memudahkan pengaturan arus lalu lintas oleh kepolisian. Dinhub Banyumas juga menyiapkan rambu petunjuk dan papan informasi di jalur utama dan jalur alternatif.
Terkait potensi kemacetan, Agus mengingatkan untuk mewaspadai Simpang Pasar Patikraja, meskipun telah ada lampu pengatur lalu lintas (traffic light).
Posko penjagaan tetap diperlukan untuk mengatur antrean panjang dan pengaturan sirkulasi traffic light. Selain itu, arus kendaraan dari Kebasen atau Sampang menuju Purwokerto akan diarahkan lewat Jembatan Pegalongan untuk mengurangi kemacetan di Simpang Pasar Patikraja.
Agus juga mengungkapkan bahwa Simpang Kaliori perlu diwaspadai karena banyak kendaraan yang menuju Cilacap atau Bandung memilih jalur tersebut. Untuk mengurangi kemacetan, jika terjadi di depan Pasar Banyumas, kendaraan bisa dialihkan melalui jalur alternatif Desa Papringan menuju Jembatan Pegalongan.
“Kami akan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum agar kerusakan jalan tersebut dapat segera diperbaiki, sehingga bisa jadi jalur alternatif,” kata Agus.

Leave a Reply