JoSS, JAKARTA – Pada awal tahun 2025, Indonesia mencatatkan sejarah baru dengan menjadi negara dengan perekonomian terbesar ketujuh di dunia. Namun, meski ekonomi Indonesia terus tumbuh, masalah kemiskinan ekstrem masih menjadi tantangan besar.
Perekonomian Indonesia Naik, Kemiskinan Ekstrem Masih Tinggi
Menurut Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, sebanyak 3,1 juta penduduk Indonesia masih hidup dalam kemiskinan ekstrem, dengan pengeluaran harian di bawah Rp 10.739. Hal ini disampaikan Cak Imin usai rapat koordinasi data tunggal sosial ekonomi yang melibatkan beberapa kementerian terkait pada Kamis, 30 Januari 2025.
“Ada 3,1 juta penduduk Indonesia masih kategori miskin ekstrem. Sekitar 790.000 kepala keluarga,” ujar Cak Imin. Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini dengan mengimplementasikan tiga tahap bantuan kepada warga miskin ekstrem.
Tiga Tahap Bantuan Pemerintah
Tahap pertama adalah memberikan bantuan khusus bagi warga miskin ekstrem. Pada tahap kedua, pemerintah akan memberikan akses kepada warga yang produktif untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan agar bisa bekerja secara produktif. Tahap ketiga akan mendorong warga untuk mandiri dengan akses yang telah diberikan. Dalam waktu tiga bulan, pemerintah menargetkan 3,1 juta warga miskin ekstrem menerima bantuan khusus agar bisa keluar dari kemiskinan ekstrem.
Data Tunggal untuk Penanganan Sosial Ekonomi
Cak Imin juga menekankan pentingnya data tunggal sosial ekonomi yang akan digunakan oleh seluruh kementerian untuk memanfaatkan program-program sosial. Data ini diharapkan akan lebih mempermudah pemetaan dan penyaluran bantuan kepada warga yang membutuhkan.
Definisi Kemiskinan Ekstrem
Kemiskinan ekstrem sendiri didefinisikan sebagai kondisi ketidakmampuan rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, sanitasi layak, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan, dan akses informasi. Kategori kemiskinan ekstrem ditetapkan apabila pengeluaran seseorang di bawah Rp 10.739 per hari atau sekitar Rp 322.170 per bulan.
Peringkat Ekonomi Indonesia yang Meningkat
Selain itu, Indonesia juga mengalami kemajuan signifikan dalam perekonomiannya. Pada Januari 2025, Indonesia berhasil menduduki peringkat ketujuh negara dengan ekonomi terbesar dunia berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) yang disesuaikan dengan paritas daya beli (PPP), mencapai US$ 4,98 triliun.
Peringkat ini meningkat pesat sejak 2019, yang saat itu berada di urutan ke-10 dengan PDB US$ 3,27 triliun. Dalam lima tahun terakhir, Indonesia berhasil menyalip Brasil dan Prancis yang kini berada di peringkat kedelapan dan kesembilan.
Posisi Negara dengan Ekonomi Terbesar Dunia
Pada awal 2025, posisi negara dengan ekonomi terbesar dunia masih dipegang oleh China dengan PDB senilai US$ 39,44 triliun, disusul oleh Amerika Serikat (US$ 30,34 triliun) dan India (US$ 17,36 triliun). Jepang, Jerman, dan Rusia juga menempati posisi empat hingga enam, sementara Indonesia berada di posisi ketujuh.
Meskipun Indonesia telah menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia, tantangan besar masih dihadapi dalam mengatasi kemiskinan ekstrem. Pemerintah terus berupaya mengurangi ketimpangan ekonomi dengan berbagai program bantuan yang diarahkan kepada masyarakat miskin ekstrem. Dengan data tunggal sosial ekonomi yang semakin baik, diharapkan masalah kemiskinan ini dapat diatasi secara efektif dalam waktu dekat.

Leave a Reply