
JoSS, JAKARTA – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa Indonesia membutuhkan investasi sebesar Rp 13.032 triliun dalam lima tahun mendatang untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan sebesar 8%. Angka tersebut merupakan hasil perhitungan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang dirancang guna mendorong kemajuan ekonomi Indonesia di masa depan.
Rosan menyampaikan hal tersebut dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta Selatan, pada Jumat (31/1/2025). Menurutnya, total investasi yang dibutuhkan selama lima tahun ke depan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% tersebut adalah sebesar Rp 13.032 triliun.
Target Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025-2029
Pemerintah Indonesia menargetkan investasi tahunan yang terus meningkat setiap tahun hingga mencapai angka yang signifikan pada 2029. Berikut adalah rincian target investasi dan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga tahun 2029:
- Target Investasi 2025: Rp 1.905 triliun untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 5,3%
- Target Investasi 2026: Rp 2.175 triliun untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6,3%
- Target Investasi 2027: Rp 2.567 triliun untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 7,5%
- Target Investasi 2028: Rp 2.969 triliun untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 7,7%
- Target Investasi 2029: Rp 3.414 triliun untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8%
Menurut Rosan, angka-angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan investasi yang tercatat dalam lima hingga sepuluh tahun terakhir. Selama 10 tahun terakhir, total investasi yang masuk ke Indonesia tercatat sekitar Rp 9 ribu triliun, sedangkan dalam lima tahun terakhir jumlah investasi tercatat sebesar Rp 6 ribu triliun.
Potensi Investasi Asing ke Indonesia
Rosan menilai bahwa target investasi tersebut cukup realistis dan dapat tercapai, mengingat potensi investasi asing yang besar di kawasan Asia Tenggara. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2023, total foreign direct investment (FDI) ke Asia Tenggara tercatat sebesar USD 230 miliar, dan pada tahun 2024 angkanya diperkirakan meningkat menjadi USD 240 miliar. Namun, investasi yang masuk ke Indonesia hanya sekitar 14-15% dari jumlah tersebut.
Padahal, Indonesia memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap ekonomi di Asia Tenggara, yaitu sekitar 40%. Oleh karena itu, Rosan menilai Indonesia masih memiliki banyak ruang untuk memaksimalkan potensi investasi yang ada.
Pentingnya Kepastian Hukum untuk Investasi
Rosan juga menekankan bahwa salah satu faktor kunci untuk menarik investasi asing adalah kepastian hukum. Menurutnya, Indonesia harus terus meningkatkan reformasi kebijakan dan regulasi agar dapat bersaing dengan negara tetangga dalam menarik investasi.
“Kita berkompetisi dengan negara tetangga, mereka terus mereformasi kebijakan, regulasi, kita harus terus sempurnakandalam rangka masuknya investasi dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Rosan.
Dalam kesempatan tersebut, Rosan juga menjelaskan bahwa ia telah berdiskusi dengan 18 kementerian yang terkait dengan perizinan investasi untuk memastikan komitmen dalam proses pengeluaran izin. Beberapa kementerian, menurut Rosan, terkadang membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan sampai satu tahun untuk mengeluarkan izin, padahal perjanjiannya hanya 10 hingga 20 hari.
“Tapi sekarang kenyataannya bisa 1-5 bulan, bahkan ada yang 1 tahun. Ini kan memberikan ketidakpastian kepada investor, yang dikomplain kami. Ya kalau ada SLA perjanjiannya 10 hari ya kembalikan ke kami 10 hari. Kalau tidak kami akan otomatis memberikan izin untuk memberikan kepastian,” ujarnya. Rosan menegaskan bahwa jika terdapat perjanjian yang menetapkan batas waktu tertentu, maka pihaknya akan memberikan kepastian dengan memastikan izin keluar tepat waktu.
Indonesia memerlukan investasi yang sangat besar dalam lima tahun ke depan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%. Untuk itu, penting bagi pemerintah untuk memastikan kepastian hukum, menyederhanakan prosedur perizinan, dan memanfaatkan potensi besar investasi asing yang mengalir ke Asia Tenggara. Dengan langkah-langkah tersebut, Indonesia diharapkan dapat mewujudkan visi ekonomi yang lebih maju dan berdaya saing di tingkat global.

Leave a Reply