Tahun Ini Uji Coba Sistem Transaksi Tol Nirsentuh, Pemrakarsa Proyek Perusahaan Asal Hungaria

Ilustrasi (foto: liputan6.com)

JoSS, JAKARTA – Tahun ini, sistem transaksi tol nontunai nirsentuh berbasis multi-lane free flow (MLFF) bakal diujicobakan. Pemrakarsa proyek tersebut yaitu Roatex Ltd. Zrt., National Toll Payment Service Plc., MFB Hungarian Development Bank, yang telah memenangi lelang yang diadakan BPJT sejak tahun lalu.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit, menjelaskan dengan sistem MLFF, maka pengendara di gerbang tol tak perlu lagi membuka kaca/pintu kendaraannya karena e-money langsung terbaca otomatis.

Dalam rencana awalnya, sistem pengembangan metode pembayaran elektronik akan ini akan berjalan secara menyeluruh pada 2023 mendatang. Rencana uji coba di beberapa ruas ini juga akan dilakukan pada 2021. Namun, ia belum bisa memperinci ruas tol mana yang akan dilakukan untuk uji coba sistem MLFF.

Danang menjelaskan tahapan-tahapan tahun depan usai dapat pemenang tender mulai melakukan desain sistem, implementasi sebagian dan implementasi secara keseluruhan pada 2023 mendatang.

“Dan pasti ada proses untuk stress test, data breach test, hack test, dan bermacam-macam test untuk robustness dari sistem,” katanya, dilansir dari CNNIndonesia.

Panitia pelelangan melalui laman resmi Badan Pangatur Jalan Tol, mengetapkan hasil pelelangan pengusahaan badan usaha pelaksana kerja sama pemerintah dengan badan usaha untuk sistem transaksi tol nontunai nirsentuh berbasis multi lane free flow pada  awal Januari lalu.

Baca juga: BPJT Info, Aplikasi Baru Permudah Akses Informasi Pengguna Jalan Tol

Proyek ini akan diimplementasikan di jalan tol sepanjang 1.713 kilometer dengan nilai investasi Rp4,06 triliun.

Panita pelelangan menempatkan Roatex yang beralamat H-1055 Budapest, Falk Miksa Str. VI/5 Hungaria pada peringkat pertama hasil lelang menyingkirkan Konsorsium NTS yang terdiri atas PT Nusantara Telematic System, PJSC Mostotrest, dan Service Telematics LLC di urutan kedua.

Sesuai dengan ketentuan pada request for proposal (RfP), peserta pelelangan yang berkeberatan atas daftar peringkat yang telah diumumkan oleh panitia, mereka diberi kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis kepada penanggung jawab proyek kerja sama dengan tembusan kepada Kepala BPJT disertai bukti-bukti yang mendukung sanggahan tersebut paling lambat 5 hari kerja atau pada Selasa, 12 Januari 2021, pukul 16:00 WIB.

Proyek MLFF merupakan teknologi transaksi tol nontunai nirsentuh dalam rangka meningkatkan efisiensi sistem transaksi dan pelayanan di jalan tol.

Sebelumnya, Direktur Perumusan Kebijakan dan Evaluasi Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Herry T.Z. menuturkan bahwa nantinya penerapan teknologi global navigation satellite system (GNSS) akan dilakukan secara bertahap.

Pasalnya, teknologi yang berbasis satelit ini didasarkan pada pangkalan data kendaraan. “Jadi, pada tahap awal usulannya pakai RFID [radio frequency identification] untuk proses registrasi [data pengguna]. Setelah semua 100 persen, baru pindah ke GNSS,” ujarnya, beberapa waktu lalu. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*