JoSS, TEMANGGUNG – Java International Folklore (Jifolk) dalam Festival Sindoro Sumbing bakal menampilkan kekayaan budaya masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Sebanyak 10 negara ASEAN bakal bergabung.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung Woro Andijani mengatakan Festival Sindoro Sumbing yang merupakan kolaborasi Pemkab Temanggung dan Pemkab Wonosobo yang baru pertama digelar itu, ke depan bisa berlangsung setiap tahun.
Festival Sindoro Sumbing selain menampilkan seni dan budaya sekaligus memperkenalkan potensi wisata di Kabupaten Temanggung. Ia mengatakan selama ini mungkin banyak orang belum mengetahui Temanggung itu di mana. Melalui kegiatan itu, Temanggung paling tidak bisa dikenal oleh daerah lain.
“Jifolk akan menampilkan kesenian 10 negara ASEAN, mudah-mudahan akan membuat nama Temanggung terangkat,” katanya, seperti dikutip dari Antara, Senin (17/6).
Baca juga: Festival Lima Gunung Bakal Dimeriahkan 77 Kelompok Kesenian
Prakegiatan Jifolk dilaksanakan pada 6 Juli 2019 di Segowok Art Center, Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu, selanjutnya Jifolk di Alun-Alun Temanggung pada 12-14 Juli 2019 dan sebagai puncak kegiatan Festival Sindoro Sumbing digelar sendratari Sindoro Sumbing pada 19-20 Juli 2019 di Lapangan Kledung Temanggung.
“Festival ini digelar di beberapa tempat, di desa-desa dan di pusat kota Temanggung,” katanya. Ia menyampaikan kegiatan itu murni dilaksanakan komunitas. Pemkab Temanggung hanya memfasilitasi acara itu, sedangkan semua kegiatan dilaksanakan oleh komunitas.
“Kegiatan yang merupakan program dari Indonesiana Kemndikbud yang juga didukung Kementerian Desa ini bahwa semua kegiatan dilaksanakan oleh komunitas sehingga memberdayakan masyarakat,” katanya.
Ia menuturkan dari sejumlah agenda dalam Festival Sindoro Sumbing, sudah ada dua kegiatan yang telah dilaksanakan, yakni panggung jaranan di Alun-Alun Temanggung pada 9 Juni 2019 dan Ngopi di Papringan pada 16 Juni 2019.
Agenda selanjutnya, yakni sarasehan budaya di Dusun Lamuk Gunung, Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo pada 25 Juni 2019 dan di tempat yang sama juga dilakukan lokakarya kostum jaran kepang pada 26-27 Juni 2019. (lna)

Leave a Reply