
JOSS.CO.ID, Jakarta – Sebanyak 200 Sekolah Rakyat akan mendapatkan koneksi internet berkecepatan 100 Mbps sebagai bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Pembiayaan infrastruktur ini ditanggung langsung oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Wayan Toni Supriyanto, menegaskan bahwa tugas Komdigi adalah memastikan infrastruktur digital tersedia dan menjamin kualitas layanan tetap optimal.
“Internet untuk Sekolah Rakyat sudah diputuskan pendanaannya oleh Kemensos. Kami hanya memastikan infrastruktur dan kualitas layanan sesuai standar,” ujar Wayan di Jakarta, Jumat (4/7/2025).
Wayan menekankan bahwa koneksi yang disediakan bukan berbasis seluler, tetapi fixed broadband agar mendukung proses belajar mengajar secara digital secara stabil dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Menteri Komdigi Meutya Hafid meninjau langsung kesiapan internet cepat di dua Sekolah Rakyat di Yogyakarta, yaitu di Kabupaten Bantul dan Sleman. Hasil kunjungan tersebut menunjukkan bahwa kehadiran internet cepat mendukung transformasi digital pendidikan nasional.
Program ini dijadwalkan mulai berjalan pada Agustus hingga September 2025, bersamaan dengan pembukaan Sekolah Rakyat tahap awal.
Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, menjelaskan bahwa fasilitas pendidikan ini memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) milik Kementerian Ketenagakerjaan maupun milik pemda sebagai lokasi Sekolah Rakyat.
“Konsepnya mirip dengan SMA Taruna Nusantara, terdiri dari SD, SMP, dan SMA, dan seluruh fasilitasnya dibiayai penuh oleh APBN,” ujarnya.
Untuk tahap rintisan, pemerintah menggunakan skema pinjam pakai gedung selama satu tahun, dan bangunan yang dipakai akan dikembalikan ke pemerintah daerah dalam kondisi layak pakai usai renovasi.

Leave a Reply