‎Intel Umumkan PHK Massal Global Mulai Juli, Lebih dari 10.000 Karyawan Terdampak

Intel. (Foto: istimewa)
JOSS.CO.ID, Jakarta – Intel, perusahaan raksasa di bidang semikonduktor, mengumumkan akan melakukan PHK besar-besaran terhadap lebih dari 10.000 karyawan di seluruh dunia mulai Juli 2025. Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi Intel guna menghadapi tekanan industri dan efisiensi biaya perusahaan.

‎Dalam restrukturisasi tersebut, sekitar 15–20 persen tenaga kerja pada divisi manufaktur menjadi sasaran utama, termasuk teknisi pabrik dan peneliti yang terlibat dalam pengembangan mikroprosesor generasi terbaru. Jumlah ini setara dengan sekitar 8.000 hingga 11.000 posisi dari total 109.000 pegawai global Intel.

‎Wakil Presiden Senior Intel, Naga Chandrasekaran, melalui memo internal menyampaikan bahwa keputusan PHK ini diambil setelah pertimbangan mendalam terhadap tantangan bisnis teknologi global.

‎“Langkah ini sangat berat, namun perlu dilakukan untuk memposisikan Intel lebih siap menghadapi masa depan,” jelasnya seperti dikutip Techspot, Rabu (18/6).‎

‎Tidak seperti pemangkasan tenaga kerja sebelumnya pada 2024 yang bersifat sukarela, kali ini perusahaan akan memilih karyawan yang diberhentikan berdasarkan evaluasi kinerja, kebutuhan proyek, dan efisiensi operasional.

‎Intel menyebutkan bahwa proses pengurangan tenaga kerja akan memengaruhi 15 pabrik fabrikasi wafer yang tersebar di 10 lokasi internasional. Meski begitu, posisi strategis seperti insinyur litografi dan teknologi proses dipastikan tetap aman, sementara jabatan yang dinilai berlebihan karena otomatisasi akan menjadi target pengurangan.

‎Keputusan ini muncul di tengah lesunya pasar teknologi. Intel melaporkan kerugian hingga US$821 juta pada kuartal pertama 2025 dan terus ditekan oleh persaingan dari produsen chip untuk PC, pusat data, hingga kecerdasan buatan (AI).

‎Dengan tantangan ini, PHK Intel 2025 diperkirakan menjadi langkah terbesar sejak pemangkasan tenaga kerja pada 2023 yang saat itu mencapai puncaknya di angka 125.000 karyawan. Perusahaan berharap restrukturisasi ini dapat memperkuat pondasi bisnis di tengah krisis industri semikonduktor yang kian kompleks.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*