Solo Jadi Rujukan Bojonegoro Kembangkan Warisan Budaya Batik

Ilustrasi Kampung Batik Laweyan Solo. (Foto: istimewa)

JOSS.CO.ID, Solo – Kota Solo, Jawa Tengah, kini menjadi inspirasi penting bagi Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dalam memperkuat budaya dan mengembangkan industri batik sebagai warisan lokal yang bernilai ekonomi tinggi.

‎Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menyampaikan saat kunjungan kerjanya ke Solo pada Kamis (12/6), bahwa tata kelola keberlanjutan yang diterapkan Pemerintah Kota Surakarta menjadi referensi utama bagi Bojonegoro. Hubungan historis kedua daerah yang terhubung oleh aliran Bengawan Solo juga mempererat kerja sama ini.

‎Cantika menegaskan, Pemerintah Kota Surakarta telah memberikan dukungan penuh dalam pengelolaan sentra batik sehingga industri batik tetap berkelanjutan sebagai salah satu pilar ekonomi unggulan.

‎”Kami memilih Solo sebagai mitra strategis karena keberadaan sentra batik seperti Kampung Batik Laweyan dan Kampung Batik Kauman memberikan pembelajaran berharga dalam membangun ekosistem industri kreatif di Bojonegoro,” ujarnya, dikutip Senin (16/6/2025).

‎Menurutnya, pengembangan batik bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga penguatan identitas budaya nasional. Pada kesempatan tersebut, rombongan Dekranasda Bojonegoro juga menyaksikan langsung proses produksi di sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Semanggi Harmoni Surakarta.

‎Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Surakarta, Vanessa Winastesia Respati Ardi, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menyatakan, dialog yang terjalin membuka peluang kerja sama strategis untuk mengembangkan destinasi wisata dan sentra batik di kedua daerah.

‎”Kami merasa terhormat menerima kunjungan ini. Budaya batik Solo yang telah mendunia bisa menjadi inspirasi dan membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan Bojonegoro,” kata Vanessa.

‎Pertemuan kedua pimpinan Dekranasda tersebut menghasilkan kesepakatan awal untuk memulai kerja sama strategis, yang diawali dengan partisipasi resmi Kota Surakarta dalam ajang Bojonegoro Wastra Batik Festival 2025.

‎Festival yang akan digelar pada 18-21 Juni 2025 di Alun-Alun Bojonegoro ini menghadirkan berbagai rangkaian acara, mulai dari pameran batik kabupaten/kota, pameran UMKM, workshop, talkshow ekonomi kreatif, hingga penampilan artis nasional seperti Ghea Indrawari dan Masdddho.

‎Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bersama Dekranasda.

‎Bojonegoro Wastra Batik Festival 2025 diharapkan dapat memperkuat posisi Bojonegoro sebagai pusat industri batik dan jalur perdagangan penting di Jawa Timur, sekaligus mendorong kemajuan ekonomi kreatif nasional.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*