
Adi menyampaikan pentingnya kesiapan infrastruktur, peralatan, dan personel dalam menjaga keandalan listrik selama masa siaga yang berlangsung dari 5 hingga 7 Juni 2025. Ia juga menegaskan bahwa seluruh petugas wajib mematuhi standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja tanpa kompromi.
“Tidak boleh ada yang melanggar SOP Keselamatan Kerja. Semua harus siap, termasuk alat dan bahan pendukung, agar tidak ada kendala dalam menjaga keandalan listrik,” ujarnya.
PLN UID Jateng & DIY memproyeksikan beban puncak kelistrikan selama masa siaga mencapai 5.135 megawatt (MW), sementara daya mampu pasok tercatat sebesar 9.129 MW, dengan cadangan 3.994 MW atau sekitar 43 persen. Dengan demikian, kondisi kelistrikan selama Idul Adha dipastikan aman dan stabil.
General Manager PLN UID Jateng & DIY, Sugeng Widodo, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan 108 posko siaga dan mengerahkan 4.081 personel gabungan dari pegawai dan Tenaga Alih Daya (TAD) untuk memastikan pelayanan kelistrikan berjalan optimal.
“PLN berkomitmen menjaga keandalan listrik, terutama di masjid, lokasi pemotongan hewan kurban, serta area VIP dan VVIP di Jawa Tengah dan DIY. Kami ingin masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk dan nyaman,” ucap Sugeng.
Selain itu, PLN juga menyiapkan 100 unit genset, 120 UPS, 161 Unit Gardu Bergerak (UGB), dan 741 mobil operasional. Untuk mendukung mobilitas pemudik pengguna kendaraan listrik, PLN menghadirkan 297 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 197 titik, baik di jalur tol maupun non-tol.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya PLN untuk memastikan kelistrikan tetap andal, aman, dan siap melayani masyarakat selama Idul Adha.

Leave a Reply