Sekolah Rakyat di 5 Kabupaten Jawa Tengah Siap Beroperasi Juli 2025

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Menteri Sosial Syaifullah Yusuf dalam kunjungan kerja di Kabupaten Wonosobo, Minggu (1/5/2025). (Foto: Pemprov Jateng)

JOSS.CO.ID – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengungkapkan bahwa persiapan pembangunan sekolah rakyat di wilayahnya terus dikebut untuk memastikan dapat beroperasi mulai Juli 2025.

Pernyataan ini disampaikan saat mendampingi Menteri Sosial Syaifullah Yusuf dalam kunjungan kerja di Kabupaten Wonosobo, Minggu (1/5/2025). Menurutnya, program ini selaras dengan kebijakan pemerintah pusat untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

“Penyiapan sarana sekolah rakyat sebagaimana program pemerintah pusat (sudah dilakukan). Masing-masing kabupaten sudah mengajukan dan sudah dilakukan verifikasi,” kata Luthfi.

Berdasarkan data Kementerian Sosial, secara nasional, sebanyak 100 sekolah rakyat akan dibangun pada 2025. Dari jumlah tersebut, 63 lokasi telah menandatangani kontrak pembangunan dan ditargetkan beroperasi pada Juli 2025, menampung 247 rombongan belajar (rombel) atau 6.105 siswa.

Sementara itu, 37 lokasi lainnya masih dalam tahap survei oleh Kementerian Pekerjaan Umum, dengan target renovasi selesai pada waktu yang sama.

Di Jawa Tengah, lima lokasi telah resmi menandatangani kontrak pembangunan sekolah rakyat, yaitu Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Sentra Terpadu Prof Seoharso Solo, Sentra Satria Baturaden, Sentra Antasena Magelang, dan Sentra Margo Laras Pati.

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menegaskan bahwa sekolah rakyat merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju peringatan 100 tahun Indonesia pada 2045.

Sekolah rakyat ini akan memprioritaskan anak-anak dari keluarga miskin, miskin ekstrem, anak berisiko putus sekolah, serta mereka yang tidak melanjutkan pendidikan.

“Ini yang menjadi sasaran utama dan setiap kementerian sudah punya tugas sesuai inpres, gubernur dan bupati/wali kota juga punya tugas khusus dari Presiden,” katanya.

Selain itu, pada 2025, Pemprov Jawa Tengah juga menjalin kemitraan dengan 139 SMA/SMK swasta, terdiri dari 56 SMA dan 83 SMK, untuk menyediakan akses pendidikan gratis bagi siswa dari keluarga kurang mampu melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Pemprov Jateng juga telah mengoperasikan SMK Negeri Jateng yang menyediakan pendidikan gratis beserta fasilitas asrama di beberapa lokasi, yang diprioritaskan untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*