
JOSS.CO.ID, Tegal – Pemerintah Kota Tegal, Jawa Tengah, menggulirkan strategi terintegrasi untuk menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan. Fokus utama kebijakan ini terbagi dalam tiga aspek: mengurangi beban hidup masyarakat miskin, meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi, serta membenahi infrastruktur di wilayah kantong kemiskinan.
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp132,8 miliar guna mendukung strategi penanggulangan kemiskinan tahun 2024.
“Kami menargetkan masyarakat miskin dan kelompok rentan memperoleh akses keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, termasuk dukungan untuk pengelolaan dan pemasaran usaha,” ujarnya di Tegal, Jumat (23/5/2025).
Dari total anggaran, sebesar Rp101,1 miliar dialokasikan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin. Dana tersebut mencakup program bantuan pendidikan, jaminan kesehatan bagi warga kurang mampu, rehabilitasi sosial, dan jaminan kerja bagi kelompok pekerja rentan. Termasuk di dalamnya adalah program cadangan pangan, bantuan kebencanaan, serta layanan mudik gratis.
Sementara itu, Pemkot juga mengalokasikan Rp4,4 miliar untuk meningkatkan pendapatan warga lewat pelatihan kerja dan penguatan sektor UMKM. Dedy Yon menegaskan bahwa pelatihan ini akan terus diperluas demi membentuk masyarakat yang mandiri secara ekonomi.
Di sisi lain, intervensi di wilayah kantong kemiskinan dan pembangunan infrastruktur dasar turut diperkuat. Anggaran sebesar Rp27,3 miliar digunakan untuk merenovasi sekolah, membangun akses air bersih dan sanitasi, serta memperbaiki rumah tidak layak huni dan menata kawasan kumuh.
“Lingkungan yang sehat dan layak akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tegas Dedy.
Ia juga menyampaikan bahwa jumlah penduduk miskin di Tegal mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir. Namun, pada 2024, persentase kemiskinan berhasil turun dari 8,12% menjadi 7,64%.
Dedy menekankan, tantangan terbesar ke depan bukan hanya menekan angka kemiskinan, tetapi memastikan masyarakat miskin mampu keluar dari jeratan kemiskinan secara permanen.

Leave a Reply