
Ketua REI Solo Raya, Oma Nuryanto, menjelaskan bahwa untuk mencapai target tersebut, pihaknya menyiapkan berbagai promo menarik. Mulai dari potongan harga rumah, bebas Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), bebas biaya notaris, hingga hadiah elektronik bagi pembeli properti.
”Promo ini kami hadirkan agar minat pembelian meningkat. Kami juga memanfaatkan momen long weekend untuk menarik lebih banyak pengunjung,” ujar Oma di Sukoharjo, Jumat (23/05/2025).
Sebanyak 32 stan dari pengembang properti, bank, dan toko bangunan telah bergabung dalam pameran ini. Jumlah tersebut melampaui target awal yang hanya 31 stan.
Oma optimistis potensi transaksi akan tinggi, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan selama libur panjang dan pelaksanaan Solo Great Sale (SGS) pada Juni.
”Karakter konsumen Solo Raya masih dominan pada rumah seharga Rp400 juta–Rp500 juta. Umumnya berasal dari kalangan pekerja dan keluarga muda yang menyukai rumah satu lantai,” tambahnya.
Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD REI Jawa Tengah, Anthony Hendro Prasetyo, memberikan apresiasi atas inisiatif REI Solo Raya dalam menggerakkan pasar properti yang sedang lesu.
”Expo ini jadi bukti bahwa REI Solo Raya tetap konsisten menyediakan hunian layak untuk masyarakat. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan,” kata Anthony.
Ia juga mengimbau masyarakat agar membeli rumah dari pengembang yang tergabung dalam asosiasi resmi, karena mereka tunduk pada regulasi pemerintah dan mengikuti pelatihan legalitas serta perizinan.
Ketua Pelaksana REI Expo, Dani, menyatakan optimisme tinggi terhadap pencapaian target transaksi. “Kami berharap acara ini berjalan sukses dan mampu mencapai angka Rp500 miliar,” ujarnya.

Leave a Reply