
Proyek strategis nasional senilai Rp 2,8 triliun ini membentang di jalur Batang hingga Kandang Haur Timur dan didanai melalui APBN. Pengerjaannya mengadopsi skema pengadaan terintegrasi “design and build”, guna menyesuaikan dengan kompleksitas lapangan dan percepatan pembangunan.
“Per 30 April 2025, realisasi fisik proyek Cisem II sudah 64,3%, melampaui target 62,8%,” ungkap Plt. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Tri Winarno, dalam siaran pers yang dirilis pada Senin (9/5/2025).
Pipa Cisem II sepanjang 245 km ini merupakan kelanjutan dari Proyek Cisem I, yang sejak November 2023 telah mengalirkan gas ke Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah. Pemerintah menargetkan penyelesaian Cisem II pada April 2026, demi merealisasikan konektivitas penuh jaringan gas bumi dari Jawa Timur hingga Jawa Barat.
Tri menjelaskan, proyek ini akan memberi manfaat bagi Kilang Balongan, industri di Jawa Barat, jaringan gas rumah tangga, serta memenuhi tambahan kebutuhan gas Pupuk Kujang.
Sebagai pelengkap Cisem Tahap I sepanjang 60 km, proyek Cisem II diproyeksikan memperkuat pasokan gas di wilayah strategis. Sebelumnya, pipa Cisem I mulai beroperasi melayani Kawasan Industri Kendal pada 17 November 2023 dan Kawasan Industri Batang sejak 27 Juli 2024.
Saat ini, Cisem II tengah memasuki fase konstruksi puncak (peak construction) yang menyerap lebih dari 1.600 tenaga kerja. Proyek ini juga mencatat 1,49 juta jam kerja tanpa kecelakaan serta mencatatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 62%, selaras dengan komitmen pemerintah untuk mendukung industri lokal.

Leave a Reply