Platform E-Commerce Temu Hentikan Pengiriman Langsung dari Cina, Dampak Tarif Trump

Platform belanja online asal Tiongkok, Temu. (Foto: istimewa)

‎JOSS.CO.ID, Jakarta – Platform belanja online asal Tiongkok, Temu, resmi menghentikan pengiriman langsung produknya dari Cina ke Amerika Serikat. Keputusan ini diambil menyusul berakhirnya kebijakan de minimis yang sebelumnya membebaskan bea masuk bagi barang impor bernilai di bawah 800 dolar AS.
‎
‎Temu selama ini dikenal karena menjual produk super murah, seperti sepatu seharga US$5 (sekitar Rp82.000) dan peralatan dapur US$1,50 (sekitar Rp24.000). Harga tersebut bisa ditekan berkat fasilitas de minimis.
‎
‎Namun, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerbitkan perintah eksekutif yang menghapus aturan tersebut dan menerapkan tarif impor baru sebesar 145% untuk produk asal Cina, Temu langsung menyesuaikan skema bisnisnya.
‎
‎Per 2 Mei 2025, Temu hanya menjual produk yang dikirim dari gudang domestik di Amerika Serikat. Barang-barang yang sebelumnya dikirim dari Cina kini ditandai sebagai “kehabisan stok”. Perusahaan juga mulai mengurangi kampanye iklan digital mereka di AS dan menaikkan harga beberapa produk.
‎
‎“Semua transaksi sekarang ditangani oleh penjual lokal dan pengiriman dilakukan dari dalam negeri,” ujar juru bicara Temu, pada Jumat (2/5/2025).
‎
‎Dia menambahkan bahwa perusahaan kini aktif merekrut pelaku usaha asal AS untuk bergabung sebagai mitra penjual.
‎
‎Langkah Temu ini bertujuan untuk mendukung pelaku bisnis lokal agar dapat memperluas pasar mereka dan menyesuaikan diri dengan regulasi baru pemerintah AS.
‎
‎Tak hanya Temu, e-commerce Cina lain seperti Shein juga mulai menaikkan harga dan mencantumkan biaya tarif secara transparan saat proses checkout. Bahkan Amazon pun terdampak, karena sebagian besar penjual pihak ketiganya mengandalkan pasokan dari Cina dan sebelumnya memanfaatkan skema de minimis.
‎
‎Amazon sempat mempertimbangkan untuk menambahkan beban tarif pada program “Amazon Haul” miliknya, tetapi membatalkan rencana tersebut setelah melakukan pembicaraan intensif dengan pemerintah AS.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*