Jateng Dikunjungi 5,4 Juta Wisatawan Selama Libur Lebaran, Tertinggi Kota Lama Semarang

Kota Lama Semarang. (Foto: Istimewa)

Semarang, JOSS.CO.ID – Sebanyak 5,4 juta wisatawan telah berkunjung ke berbagai destinasi wisata di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah (Jateng) selama libur Hari Raya Lebaran 2025. Kota Lama Semarang menjadi tempat wisata dengan kunjungan tertinggi.

Berdasarkan catatan Dinas Kepemudaaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, jumlah wisatawan di libur Lebaran tahun ini meningkat 32,9 persen dibandingkan libur Lebaran 2024, yakni sebesar 4,1 juta kunjungan.

Kepala Disporapar Jateng, Agung Hariyadi merasa senang dengan capaian ini. Menurutnya, kunjungan wisatawan ini melebihi target yang sebelumnya dia tetapkan, yakni 5 juta.

“Kalau kemarin yang kita sampaikan data sementara ya karena masih menunggu laporan dari teman-teman kabupaten/kota. Ini (data) sudah final dan diluar perkiraan target 5 juta,” katanya kepada wartawan, Minggu (13/4/2025).

Wisata Paling Ramai

Adapun puncak kunjungan wisatawan tercatat pada H+1, H+2 dan H+5. Kota Lama Semarang, Masjid Syeikh Zayed Solo dan Pantai Meliwis Kebumen jadi tiga daya tarik wisata (DTW) yang paling banyak dikunjungi.

“Kota Lama Semarang ada 249.355 kunjungan, Masjid Syekh Zayed sebanyak 166.780 kunjungan dan Pantai Meliwis Kebumen ada 140.900 kunjungan,” ungkap Agung.

Sementara tiga daerah yang paling banyak dikunjungi wisatawan adalah Kabupaten Wonosobo dengan 496.530 wisatawan. Lalu Kabupaten Klaten dengan 493.474 wisatawan dan pada ketiga Kota Semarang dengan 461.120 kunjungan wisata.

Menurut dia, ada sejumlah penyebab jumlah kunjungan di Jateng meningkat cukup signifikan. Meliputi peningkatan infrastruktur pariwisata, lalu pemasaran dan promosi yang cukup masif, serta keberagaman atraksi dan tren sosial.

“Durasi libur yang cukup panjang juga mempengaruhi ya, lalu bersamaan dengan syawalan juga jadi pendorong masyarakat ini menyepatkan untuk berkunjung ke DTW,” ucap Agung.

Masih Perlu Evaluasi

Meski begitu, menurutnya masih perlu ada perbaikan yang dilakukan. Pihaknya ingin adanya perluasan akses jalan menuju DTW dan penyediaan area parkir yang memadai.

Hal ini, kata Agung, dikarenakan dapat memberikan rasa keamanan dan kenyaman bagi wisatawan sehingga tertarik untuk berkunjung.

“Evaluasi yang perlu diperhatikan mendatang ya penyediaan area parkir DTW, perluasan pemasangan rambu penunjukan arah lokasi wisata, lalu perluasan akses jalan menuju DTW. Serta mungkin terkait sistem informasi dan data kunjungan wisatawan yang cepat dan real time,” tandasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*