
JOSS.CO.ID, Semarang – PT Taman Satwa Semarang (Persedora) atau wisata Semarang Zoo menerima bantuan dana program corporate social responsibility (CSR) sebesar Rp50 juta serta menerima hibah sejumlah koleksi satwa.
CSR senilai Rp50 juta tersebut diberikan oleh dua lembaga, yakni Abigame dan PT. Tirta Fresindo Jaya. Dana ini digunakan untuk pakan satwa yang ada di Semarang Zoo. Abigame juga akan memasang wahana outdoor di taman satwa tersebut.
Bantuan ini diterima langsung oleh Direktur PT Taman Satwa Semarang, Bimo Wahyu Widodo, dalam agenda penandatanganan nota kesepakatan kerja sama dengan sejumlah lembaga di pintu masuk Semarang Zoo, Senin (10/3/2025) sore.
Pada kesempatan itu, Dompet Dhuafa juga memberikan edukasi K3, memfasilitasi pemasangan rambu-rambu tangap bencana, melakukan edukasi untuk anak yatim dan komunitas kemanusian, serta memberikan Sembako untuk PKL di dalam Semarang Zoo.
Kerja sama juga dijalin Semarang Zoo dengan PT Mbarep Abyasa Line yang memberikan hibah sejumlah satwa. Yakni ayam kate empat ekor, merpati hias dua pasang, kelinci tujuh ekor, ayam poland satu pasang, dan belibis tiga ekor.
Selain itu PT Enviro Hijau Investama juga berkomitmen membantu Semarang Zoo dalam pengelolaan sampah non organik dan membangun brand image untuk lingkungan dan kelestarian satwa.
Direktur PT Taman Satwa Semarang, Bimo Wahyu Widodo mengucapkan terima kasih kepada empat lembaga yang telah bersedia bekerja sama dengan pihaknya.
Dia berharap kerja sama ini dapat mengembangkan potensi wisata serta semakin meningkatkan kunjungan di Semarang Zoo.
“Harpannya pertama adalah biar masyarakat lebih mengenal bahwa taman satwa ini masih eksis dan akan kita terus kita perbaiki dan bisa menjadi destnasi menarik di Kota Semarang,” ujar dia.
Lebih lanjut dia juga berharap bisa terus menjalin berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk kemajuan Semarang Zoo. Mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, media massa, pelaku usaha, dan juga masyarakat.
“Kami mengharap kolaborasi bersama pihak pihak lain seperti perguruan tinggi, media massa, masyarakat, dan pelaku bisnis yang peduli dengan konservasi satwa dan tumbuhan untuk bagaimana taman satwa ni bisa menjadi lebih baik lagi,” tandas Bimo.

Leave a Reply