
JOSS.CO.ID, Semarang – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Tengah (Jateng) telah menyerap sebanyak 67,9 ribu ton gabah milik petani hingga Februari 2025. Serapan gabah petani ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jateng Sopran Kennedi mengatakan, pihaknya telah menyerap sebanyak 67.948 ton gabah kering panen atau setara dengan 33.974 ton beras.
Pihaknya terus mengoptimalkan serapan gabah petani guna mencapai target. Di mana Perum Bulog Kanwil Jateng ditarget mampu menyerap gabah dari petani hingga menjadi setidaknya 383.144 ton setara beras.
Sopran menjelaskan bahwa Provinsi Jateng dan DI Yogyakarta ditarget mampu menyerap 532.479 ton beras. Khusus untuk DIY ditargetkan sebanyak 149.335 ton.
“Jadi di bawah Kanwil Jogja itu targetnya 149.335 ton, oleh karena itu kuantum target Jateng dan DIY sebesar 532.479 Ton,” kata dia saat dihubungi wartawan, belum lama ini.
Pihaknya menghimbau para petani yang gabahnya siap panen agar dapat memanen padinya pada usia siap panen. Petani juga diimbau untuk tidak memanen jika padi belum siap.
Hal ini, kata Sopran, agar kualitas beras hasil giling nantinya bisa tahan lama dan dapat dikonsumsi konsumen dengan kualitas yang baik.
“Bagi petani yang sudah siap panen dapat menghubungi Tim Jemput Gabah Bulog di Kantor Cabang atau Gudang Bulog terdekat untuk dibeli dengan harga Rp. 6500/kg dintingkat petani,” ungkap dia.
Lebih lanjut memasuki bulan Ramadan 2025, Perum Bulog Kanwil Jateng meminta masyarakat untuk tidak panik. Pasalnya stok atau ketersediaan beras hingga lebaran dipastikan aman dan terpenuhi.
“Konsumen tidak perlu melakukan pembelian berlebihan (panic buying) pada bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri tahun 2025 karena stok beras tersedia cukup di Bulog maupun di pasaran umum,” beber Sopran.
Bahkan dia menyebut, stok beras cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog di wilayah Jawa Tengah saat ini sebesar 198.973 ton. Jumlah ini untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat hingga bulan Juni 2025.
“Jadi estimasi ketahanan stok dengan asumsi penyaluran rutin sebanyak 40.598 ton, maka stok beras Bulog di Provinsi Jateng cukup untuk 5 bulan alokasi kedepan hingga Juni 2025,” ungkap dia.
Untuk meningkatkan ketersediaan stok beras, Bulog Kanwil Jateng bekerja sama dengan TNI, Polri, Perpadi, Poktan/Gapoktan, serta dinas yang membidangi pertanian dan ketahanan pangan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan Pengembangan Inovasi Pertanian (PIP).
“Dan pihak terkait lainnya yang masih terus melakukan optimalisasi Penyerapan Gabah dan Beras Dalam Negeri dari hasil produksi khususnya di bulan Maret-April 2025 agar potensi ketahanan Stok Beras akan bertambah seiring dengan bertambahnya serapan gabah/beras,” tandas Sopran.

Leave a Reply