
JOSS.CO.ID – SURABAYA – Suasana khidmat bercampur syahdu menyelimuti kawasan Makam Sunan Ampel, Surabaya, menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1446 Hijriah /
2025. Meskipun hujan mengguyur, ribuan peziarah dari berbagai daerah tetap memadati area makam untuk berziarah dan berdoa.
Hujan Tak Halangi Tradisi Ziarah

Tradisi ziarah ke makam para wali, khususnya Sunan Ampel, telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Muslim Indonesia menjelang Ramadan. Hujan yang turun sejak pagi tidak menyurutkan niat para peziarah untuk mengunjungi makam salah satu Wali Songo tersebut.
“Hujan ini berkah, kami tetap semangat untuk berziarah dan berdoa di makam Sunan Ampel,” ujar salah seorang peziarah yang datang dari Sidoarjo.
Suasana di Tengah Hujan
Di bawah rintik hujan, para peziarah tampak khusyuk memanjatkan doa dan membaca tahlil di area makam. Beberapa di antara mereka terlihat membawa payung atau mengenakan jas hujan, sementara yang lain memilih untuk berbasah-basahan. Suara lantunan ayat suci Al-Quran dan doa-doa terdengar sayup-sayup di tengah suara gemericik hujan.
Lonjakan Peziarah dan Dampak Ekonomi
Meskipun hujan, jumlah peziarah tetap mengalami lonjakan signifikan. Petugas keamanan setempat memperkirakan jumlah peziarah akan terus meningkat hingga hari pertama Ramadan. Lonjakan ini memberikan dampak positif bagi para pedagang lokal di sekitar makam. Penjualan barang-barang kebutuhan muslim, seperti sarung, baju koko, dan kurma, mengalami peningkatan.
“Alhamdulillah, meskipun hujan, rezeki tetap lancar. Banyak peziarah yang membeli barang dagangan kami,” kata seorang pedagang.
Pengurus Makam Sunan Ampel dan masyarakat sekitar tetap melakukan persiapan menyambut Ramadan di tengah cuaca yang kurang bersahabat. Pembersihan area makam dan masjid terus dilakukan, sementara para pedagang menata dagangan mereka agar tidak terkena hujan.
Para peziarah yang datang ke Makam Sunan Ampel berharap agar ibadah puasa mereka diterima oleh Allah SWT. Mereka juga berdoa agar hujan yang turun membawa berkah dan menjadi awal yang baik untuk menyambut Ramadan.
“Semoga hujan ini menjadi rahmat dan Ramadan tahun ini membawa kedamaian bagi kita semua,” doa seorang peziarah.
Suasana di Makam Sunan Ampel menjelang Ramadan 1446 H ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi ziarah tetap hidup dan kuat di tengah masyarakat Indonesia. Hujan yang turun seolah menjadi pengingat akan pentingnya kesabaran dan keikhlasan dalam menjalankan ibadah.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Leave a Reply