
Sate Babi Ala Indonesia Masuk Daftar Hidangan Daging Babi Terenak Dunia Versi Taste Atlas
SATE babi, hidangan asal Indonesia, berhasil menempati posisi ke-13 dalam daftar hidangan daging babi terenak dunia menurut Taste Atlas. Ini menjadikannya satu-satunya makanan Indonesia yang masuk dalam peringkat tersebut. Dalam pemeringkatan yang diumumkan oleh Taste Atlas pekan lalu, sate babi berada di antara jeyuk bokkeum dan moksal dari Korea Selatan, dengan skor 4,5 dan 89% orang yang memberikan penilaian positif.
Proses Pembuatan Sate Babi
Sate babi merupakan olahan tradisional yang menggunakan daging babi sebagai bahan utama, berbeda dengan sate pada umumnya yang sering menggunakan daging ayam, sapi, atau kambing. Proses pembuatannya mirip dengan sate pada umumnya. Daging babi dipotong dadu, kemudian dimarinasi dengan campuran bawang putih, air jeruk lemon, kecap manis, garam, dan merica. Setelah proses marinasi, daging ditusuk dan dipanggang hingga matang, sambil sesekali diolesi dengan bumbu marinasi untuk memberikan rasa gurih.
Setelah matang, sate babi biasanya disajikan dengan saus kecap manis atau sambal kacang, dan dapat dimakan bersama nasi putih atau lontong. Rasanya yang gurih dan bumbu yang kaya membuat sate babi menjadi pilihan favorit banyak orang.
Daftar 5 Besar Olahan Babi Terenak Dunia
Pada 14 Februari 2025, Taste Atlas, panduan kuliner yang berbasis di Kroasia, merilis daftar 50 hidangan daging babi terbaik dunia, berdasarkan penilaian pengguna mereka. Berikut adalah lima besar hidangan daging babi terenak yang berhasil masuk dalam daftar tersebut:
- Kontosouvli (Yunani)
Kontosouvli adalah hidangan tradisional Yunani yang menggunakan potongan besar daging babi yang direndam dalam bumbu seperti bawang putih, oregano, paprika, minyak zaitun, dan perasan jeruk lemon. Daging tersebut kemudian dipanggang di atas api terbuka, menghasilkan kulit yang renyah dengan bagian dalam yang lembut dan berair. Hidangan ini biasanya disajikan dengan roti pita, saus tzatziki, dan salad horiatiki. - Gringas (Meksiko)
Gringas adalah kuliner jalanan khas Meksiko yang terbuat dari tortilla tepung yang diisi dengan daging babi al pastor, keju, irisan nanas, bawang, dan saus cabai. Campuran bahan ini kemudian dipanggang seperti quesadilla dan disantap dalam bentuk taco. Nama “gringas” berasal dari istilah “gringo,” karena tortilla tepung lebih populer di bagian utara Meksiko dibandingkan tortilla jagung. - Cochinita Pibil (Meksiko)
Cochinita pibil adalah hidangan tradisional Meksiko yang melibatkan proses marinasi daging babi dengan pasta annatto, jus jeruk pahit, dan bawang putih. Setelah dimarinasi, daging dibungkus dengan daun pisang atau kertas aluminium dan dipanggang perlahan hingga matang. Daging yang telah matang kemudian diparut dan disajikan di atas tortilla atau taco, sering ditambah dengan acar bawang merah, salsa, dan sayuran panggang. - Lechona (Kolombia)
Lechona adalah hidangan babi panggang asal Kolombia yang biasanya disiapkan untuk perayaan besar. Babi yang dipanggang dalam waktu lama ini diisi dengan bawang, kacang polong, dan rempah-rempah segar, menghasilkan daging yang sangat empuk. Lechona sering ditemukan di restoran-restoran besar di Kolombia, dengan satu ekor babi biasanya dapat disiapkan untuk 100 porsi. - Chilorio (Meksiko)
Chilorio adalah hidangan babi panggang khas Meksiko yang dimasak bersama saus cabai, oregano, bawang putih, dan jinten. Awalnya, hidangan ini dibuat untuk mengawetkan daging, namun kini menjadi bahan isian untuk berbagai masakan Meksiko, seperti taco dan enchilada. Biasanya, chilorio disajikan dengan salsa, guacamole, nasi Meksiko, dan kacang refried.

Leave a Reply