
Lontong Cap Go Meh Nyonya Liem: Tradisi Kuliner Unik Terdekat di Solo untuk Merayakan Cap Go Meh
MASYARAKAT Tionghoa merayakan Cap Go Meh yang jatuh pada hari Rabu, 12 Februari 2025. Salah satu tradisi yang tak boleh terlewatkan adalah menikmati hidangan lontong Cap Go Meh. Di Kota Solo, salah satu tempat yang terkenal dengan sajian istimewanya adalah Lontong Cap Go Meh Nyonya Liem, yang berlokasi di Jl Sabang Nomor 4, Pucangsawit, Kecamatan Jebres.
Warung makan ini unik karena hanya buka setahun sekali, khusus untuk merayakan Cap Go Meh. Ini berarti, lontong Cap Go Meh hanya dapat dinikmati pada perayaan tersebut, menjadikannya makanan yang sangat dinanti-nantikan.
Cita Rasa Lontong CapGoMeh yang Khas
Lontong CapGoMeh yang disajikan di warung ini memiliki kesamaan dengan lontong opor pada umumnya, namun ada perbedaan yang sangat terasa pada cita rasanya. Setiap piring lontong berisi irisan lontong yang disiram kuah opor yang agak encer, dilengkapi dengan suwiran ayam, bubuk kedelai, irisan cabai, parutan kelapa, dan sebutir telur rebus. Ketika semua bahan ini tercampur, rasa gurih yang khas langsung terasa di lidah.
Warisan Kuliner Keluarga Tionghoa
Usaha ini sudah dijalankan selama lebih dari tiga puluh tahun, diwariskan dari generasi sebelumnya. Meskipun memiliki banyak pelanggan setia, penjual memilih untuk hanya membuka warungnya saat Cap Go Meh. Sudah menjadi tradisi keluarga hanya khusus untuk merayakan Cap Go Meh. Bahkan, pelanggan yang datang pun tak hanya berasal dari kalangan Tionghoa, tetapi juga dari luar kota seperti Yogyakarta, Semarang, dan Klaten.
Cap Go Meh kali ini, warungnya buka dari tanggal 5 hingga 14 Februari 2025. Penjualan hingga ratusan porsi lontong, dengan harga Rp40.000 per porsi.
Makna Filosofis di Balik Lontong CapGoMeh
Lontong Cap Go Meh bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga mengandung filosofi mendalam. Setiap bahan yang ada dalam hidangan tersebut memiliki makna tersendiri. Lontong yang panjang melambangkan doa panjang umur, telur rebus sebagai simbol keberuntungan, dan santan berbumbu kunyit yang berwarna keemasan melambangkan emas serta keberuntungan.
Selain itu, warna kuning keemasan pada lontong juga dianggap sebagai simbol kemakmuran dan kekayaan, sesuai dengan tradisi masyarakat Tionghoa yang percaya bahwa warna emas membawa keberuntungan. Dengan menikmati lontong CapGoMeh pada perayaan Imlek, masyarakat percaya bahwa mereka akan diberkahi dengan keberuntungan, rezeki, dan kemakmuran.
Makna di Balik Penyajian Lontong CapGoMeh
Tidak hanya bahan makanannya yang sarat makna, cara penyajian lontong CapGoMeh juga mengandung filosofi. Piring yang digunakan untuk menyajikan lontong CapGoMeh harus terisi penuh dan menjulang tinggi, dengan kuah dan lauk yang melimpah. Ini melambangkan doa dan harapan agar rezeki yang melimpah selalu datang, sesuai dengan makna dari perayaan Imlek itu sendiri.
Dengan tradisi yang telah berlangsung turun-temurun, Lontong Cap Go Meh Nyonya Liem menjadi salah satu kuliner ikonik yang harus dicoba ketika merayakan Cap Go Meh di Kota Solo.

Leave a Reply