
JoSS, SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kembali mendapat apresiasi atas inisiatifnya dalam penanganan stunting, terutama melalui kehadiran Rumah Singgah dan Daycare “Rumah Pelita.” Tempat ini bahkan diharapkan menjadi role model nasional untuk daerah lain di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, setelah menerima kunjungan kerja dari Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Budi Setiyono, di Rumah Pelita yang berlokasi di Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Jumat (24/1).
Menurut Hevearita, yang akrab disapa Mbak Ita, kunjungan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen Kota Semarang dalam mengatasi stunting secara komprehensif. “Beliau (Budi Setiyono) tadi mirsani (melihat-lihat-red) dan mengatakan jika daycare Rumah Pelita bisa menjadi role model atau contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia,” jelas Mbak Ita.
Ia juga berharap keberhasilan Rumah Pelita dapat menginspirasi kabupaten/kota lain untuk mengadopsi program serupa. “Karena memang Rumah Singgah dan Rumah Pelita ini, kan, yang pertama di Indonesia, dan tentu kami berharap bisa dikembangkan di wilayah-wilayah yang lain,” tambahnya.
Dalam kunjungannya, Budi Setiyono mengapresiasi inisiatif Pemkot Semarang yang telah menciptakan solusi menyeluruh untuk mengatasi masalah stunting. “Kami mengapresiasi inisiatif dari Pemerintah Kota Semarang dengan mendirikan daycare komprehensif yang bisa menjadi percontohan bagi kabupaten/kota di Indonesia,” ujarnya.
Selain meninjau fasilitas, Budi Setiyono juga berinteraksi langsung dengan anak-anak yang berada di daycare tersebut. Ia menilai pendekatan Rumah Pelita sebagai langkah holistik yang mampu memenuhi kebutuhan gizi, pola asuh, dan perlindungan anak.
“Daycare yang diinisiatif oleh Pemkot Semarang merupakan satu upaya yang holistik mulai dari preventif hingga kuratif,” katanya.
Rumah Pelita, yang diresmikan sejak 21 Februari 2023, adalah langkah strategis Pemkot Semarang dalam menekan angka stunting melalui pendekatan lintas sektor. Program ini fokus pada perbaikan status gizi anak balita dengan mengutamakan pola asuh yang baik dan pemenuhan kebutuhan nutrisi. Hasilnya, peningkatan berat badan dan tinggi anak menjadi lebih optimal.
Selain itu, Rumah Pelita juga menyelenggarakan program pencegahan stunting, seperti Kelas Ibu Hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Program ini bertujuan mengedukasi calon ibu tentang pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan untuk mencegah lahirnya anak dengan kondisi stunting.
Untuk menjalankan program ini, Rumah Pelita bekerja sama dengan berbagai tenaga ahli, seperti dokter anak, psikolog, pengasuh, hingga juru masak yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan bergizi.
Program Rumah Pelita menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menjadi solusi efektif untuk masalah kesehatan nasional. Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi daerah lain untuk mengembangkan pendekatan serupa. Dengan langkah inovatif ini, Kota Semarang semakin mengukuhkan diri sebagai pionir dalam pengentasan stunting di Indonesia.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga: Menteri Wihaji Lantik Prof. Budi Setiyono sebagai Sekretaris KemendukBangga BKKBN

Leave a Reply