Semarang Hiasi Jalanan dengan Lampion Sambut Imlek 2025

Menyambut perayaan tahun baru Imlek 2025, wajah Kota Semarang mulai bersolek dengan banyaknya pernak-pernik ornament di sepanjang jalan protokol.
dibeberapa titik, seperti Jalan Pemuda hingga kawasan Pecinan, dipenuhi ratusan lampion (Dokumentsi humas pemkot Semarang)

Kota Semarang Bersolek Sambut Tahun Baru Imlek 2025 dengan Pemasangan Lampion di Jalanan Protokol

JoSS, SEMARANG – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2025, Kota Semarang semakin meriah dengan dekorasi warna-warni yang menghiasi sepanjang jalan protokol. Berbagai ornamen dan lampion mulai terpasang di sejumlah titik strategis, seperti Jalan Pemuda dan kawasan Pecinan, menciptakan suasana perayaan yang begitu semarak. Perayaan Imlek kali ini juga semakin spesial dengan hadirnya simbol shio Ular Kayu, yang melengkapi suasana penuh warna dan kebahagiaan.

Pemasangan lampion dan ornamen lainnya ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Semarang (Pemkot Semarang) untuk mempererat kerukunan antar umat beragama sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Tionghoa yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kota. Selain itu, hiasan ini juga bertujuan untuk mempercantik wajah kota, menambah daya tarik visual dan memperkaya pengalaman wisatawan yang datang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Wing Wiyarso Poespojoedho, menjelaskan bahwa pemasangan lampion bukan hanya menjadi bagian dari perayaan Imlek, tetapi juga merupakan tradisi tahunan untuk menyambut berbagai hari besar nasional dan keagamaan lainnya. ““Setiap momentum besar, seperti Imlek, Natal, dan lainnya, kami selalu menghias area utama kota, seperti Kawasan Jalan Pemuda dan kawasan segi tiga emas, untuk menciptakan suasana perayaan yang semarak,” ujarnya saat ditemui di Kawasan Pecinan pada Sabtu, 18 Januari 2025.

Wing Wiyarso juga menambahkan bahwa keberadaan ornamen-ornamen ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata Kota Semarang. “Kami ingin menciptakan lebih banyak spot menarik dan instagramable yang bisa dinikmati oleh para wisatawan,” jelasnya. Sebagai contoh, saat perayaan Natal 2024, berbagai titik di kota ini telah dipenuhi dengan dekorasi khas Natal yang menarik perhatian banyak pengunjung.

Berdasarkan data, jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Semarang sepanjang tahun 2024 mencapai angka yang mengesankan, yakni 7,3 juta orang. Capaian tersebut tercatat sebagai yang tertinggi sejak sebelum pandemi Covid-19. “Kami bersyukur target kunjungan wisatawan dapat tercapai dengan angka yang membanggakan, memulihkan kondisi seperti sebelum pandemi,” ungkap Wing.

Pada tahun 2025, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang menargetkan akan terus meningkatkan kunjungan wisatawan dengan memperkenalkan destinasi wisata baru. Pemkot Semarang juga berencana memperkuat sinergi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk mendorong pengembangan destinasi wisata yang ada, termasuk Kawasan Pecinan. “Kami akan mendukung penuh pengembangan destinasi baru di berbagai wilayah, termasuk Kawasan Pecinan, guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*