Proses Pembebasan Lahan Tol Jogja-Solo Ruas Junction Sleman-YIA Kulonprogo Dimulai dengan Pembentukan Satgas

Seksi 3 dari Junction Sleman Hingga, YIA Kulonprogo sepanjang kurang lebih 35,74 km
Seksi 3 dari Junction Sleman Hingga, YIA Kulonprogo sepanjang kurang lebih 35,74 km

JoSS, JOGJA – Pembebasan lahan untuk proyek Tol Jogja-Solo Ruas Junction Sleman-YIA Kulonprogo di Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, telah dimulai. Langkah ini diambil dengan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) yang bertujuan untuk mempercepat proses pembebasan lahan yang terdampak pembangunan jalan tol. Pembentukan Satgas ini merupakan respons atas tuntutan warga setempat agar proses pembebasan segera dilaksanakan.

Surat Permintaan dan Pembentukan Satgas

Lurah Hargorejo, Bhekti Murdayanto, menyampaikan pada Selasa (14/1/2025) bahwa pihaknya telah menerima surat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kulonprogo pada Senin (6/1/2025). Surat tersebut berisi permintaan untuk mengusulkan petugas Satgas pembebasan lahan di wilayah Tol Jogja-Solo Ruas Junction Sleman-YIA Kulonprogo. Surat tersebut kemudian dibalas dengan mengusulkan nama-nama yang akan terlibat dalam Satgas pembebasan lahan.

Bhekti menjelaskan bahwa Satgas pembebasan lahan di wilayahnya akan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama, yaitu Satgas A, bertugas untuk mendata lahan dan aset yang terdampak pembangunan tol. Sementara itu, Satgas B akan menangani administrasi terkait lahan yang terdampak.

“Satgas A kami usulkan untuk seluruh dukuh yang terdampak untuk turut serta bertugas, kalau Satgas B kami usulkan pamong Jagabaya,” tambahnya. Saat ini, pihak Kalurahan Hargorejo masih menunggu respons atas usulan yang telah diajukan. Setelah disetujui, Satgas akan segera bekerja untuk mendata tanah dan mendampingi tim appraisal dalam menilai tanah yang terdampak.

Tiga Padukuhan Terdampak dan Fasilitas Umum

Warga yang terdampak oleh proyek Tol Jogja-Solo Ruas Junction Sleman-YIA Kulonprogo di Kalurahan Hargorejo tersebar di tiga padukuhan, yakni Kriyan, Kliripan, dan Ngulakan. Total warga yang terdampak sekitar 108 orang dari ketiga padukuhan tersebut.

Selain tanah milik warga, beberapa fasilitas umum juga akan terdampak oleh pembangunan tol ini. Fasilitas umum yang terpengaruh termasuk jalan, jembatan, saluran irigasi, dan masjid. Bhekti berharap agar fasilitas-fasilitas umum yang terdampak dapat diganti dengan fungsi yang serupa.

Harapan Warga Terdampak

Sri Ambar Purwanti, salah satu warga yang tanahnya terdampak proyek tersebut, mengapresiasi pembentukan Satgas pembebasan lahan. Ambar memiliki lahan seluas 5.100 meter persegi yang akan terkena dampak pembangunan tol ini. Dia berharap agar Satgas dapat segera bekerja, karena semakin cepat proses pembebasan dilakukan, semakin jelas kepastian yang akan diterima oleh warga.

“Informasinya catur bulan pertama 2025 sudah mulai bertugas, ini bagus kalau bisa sebelum puasa agar kami juga makin tenang,” kata Ambar. Dia berharap bahwa pembebasan lahan ini dapat segera terselesaikan demi kenyamanan warga yang terdampak.

Pembebasan lahan untuk proyek Tol Jogja-Solo Ruas Junction Sleman-YIA Kulonprogo di Kalurahan Hargorejo telah memasuki tahap awal dengan pembentukan Satgas. Proses ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian dan memberikan kepastian kepada warga yang terdampak. Selain itu, penggantian fasilitas umum yang terdampak juga menjadi perhatian, agar fungsinya tetap terjaga.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*