
JoSS, SOLO – Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperumkimtan) Kota Solo memastikan bahwa penataan kawasan kumuh akan berlanjut pada tahun 2025. Dua kawasan wilayah utama yang menjadi sasaran penataan adalah Kelurahan Joglo di Kecamatan Banjarsari dan Kelurahan Semanggi di Kecamatan Pasar Kliwon.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperumkimtan Solo, Nico Agus Putranto, mengungkapkan bahwa untuk tahun 2025, pihaknya telah memfokuskan dua wilayah sebagai prioritas utama dalam program penataan kawasan kumuh. Wilayah tersebut adalah tanah Hak Pakai (HP) 28 yang terletak di Kelurahan Joglo dan RW 008 di Kelurahan Semanggi.
“Untuk 2025, kami masih taraf perencanaan untuk penataan [wilayah kumuh]. Kami kemarin baru membuat plan-nya di daerah HP 28 Kelurahan Joglo dan RW 008 Kelurahan Semanggi,” ujar Nico Agus Putranto, saat meresmikan rumah baru hasil penataan kawasan kumuh di Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, pada Selasa (7/1/2025).
Menurutnya, Disperumkimtan telah menyiapkan perencanaan detail untuk kawasan HP 28 yang terletak di Kelurahan Joglo. Sementara itu, penataan di RW 008, Kelurahan Semanggi, akan fokus pada perbaikan tanggul di area tersebut. Meski demikian, Nico mengungkapkan bahwa rincian lebih lanjut mengenai pelaksanaan dan anggaran masih dalam tahap perencanaan, termasuk sumber pendanaannya.
“Nanti kami akan fungsikan tanggul itu sesuai fungsinya. Jadi, rumahnya akan di bawah tanggul. Ini target untuk kami selesaikan. Kemarin kami sudah mencoba pembuatan perencanaan dan mudah-mudahan nanti dapat dilaksanakan,” tambahnya.
Penataan Kawasan Kumuh di Sangkrah Selesaikan Pembangunan 23 Rumah Baru
Selain itu, Disperumkimtan Solo juga sedang memfokuskan upaya untuk menyelesaikan penataan kawasan kumuh di beberapa segmen di Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon. Kawasan tersebut meliputi RW 010, RW 011, RW 012, dan RW 013 di Segmen Losari-Demangan. Saat ini, Pemkot Solo melalui dana corporate social responsibility (CSR) telah berhasil membangun 23 unit rumah baru di kawasan tersebut, sementara 113 unit rumah lainnya masih dalam tahap penyelesaian.
Nico menambahkan, pihaknya akan menyelesaikan pembangunan rumah-rumah yang masih kurang secara bertahap pada tahun ini. “Penataan [kawasan] Semanggi terakhir sudah sampai pada Segmen Losari-Demangan. Rencana 2025 akan kami selesaikan bertahap,” ujarnya.
Bantuan dari PT Sarana Multigriya Finansial (SMF)
Pemerintah Kota Solo juga akan menerima dukungan dari PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah Kementerian Keuangan, yang akan memberikan bantuan CSR untuk mendukung penyelesaian penataan kawasan kumuh di Solo. Nico mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, SMF akan melakukan tinjauan lokasi di Segmen Losari-Demangan untuk memastikan keberlanjutan program tersebut.
Penataan kawasan ini dilaksanakan sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Solo Nomor 653/141 Tahun 2024 tentang Penerimaan Hunian Tetap Penataan Permukiman Kumuh Kawasan Semanggi Segmen Losari-Demangan, Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon.
Dengan berbagai upaya ini, Pemerintah Kota Solo berkomitmen untuk memperbaiki kualitas hidup warga, mempercantik kawasan kumuh, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penataan yang berkelanjutan dan terencana.

Leave a Reply