Dishub Solo Peta Kemacetan dan Titik Rawan Kecelakaan Saat Libur Nataru

Ilustrasi menggambarkan titik kemacetan lalu lintas di kota solo
Ilustrasi menggambarkan kemacetan lalu lintas di kota

JoSS, SOLO – Menjelang libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), Dinas Perhubungan (Dishub) Solo memetakan 32 titik lokasi rawan kemacetan serta lima ruas jalan yang berpotensi menjadi lokasi rawan kecelakaan lalu lintas. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan selama musim liburan.

32 Lokasi Rawan Macet di Solo
Kepala Bidang Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Solo, Dwi Sugiyarso, menyatakan bahwa 32 lokasi yang dipetakan sebagai titik rawan macet terbagi dalam tiga kategori utama: simpul wisata, kuliner, dan transportasi.

  • Simpul Transportasi:
    Lima lokasi utama yang menjadi pusat naik-turun penumpang dari luar kota adalah Terminal Tirtonadi, Stasiun Purwosari, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Jebres, dan Fasilitas Integrasi Kerten. Tingginya aktivitas di area ini diperkirakan menyebabkan kemacetan signifikan.
  • Simpul Kuliner:
    Tiga lokasi populer yaitu Sate Pak Manto, Rumah Makan Adem Ayem, dan Selat Viens Hasanudin juga diprediksi menjadi pusat kepadatan kendaraan.
  • Simpul Wisata:
    Sebanyak 23 titik destinasi wisata dan pusat aktivitas menjadi fokus pemantauan Dishub. Beberapa di antaranya adalah Simpang Kleco, Tugu Wisnu, Purwosari, Gendengan, Ngapeman, dan Nonongan. Kawasan pusat keramaian seperti Mal Solo Square, Pasar Klewer, Pasar Gede, Kawasan Alun-alun, dan Masjid Zayed juga masuk dalam daftar.

Untuk membantu pengendara, Dishub Solo merekomendasikan penggunaan aplikasi Info Lalin Solo dan Solo Destinasi, serta mengakses laman ccroom-dishub.surakarta.go.id. Aplikasi dan laman ini menyediakan informasi lalu lintas real-time yang didukung 95 CCTV yang tersebar di berbagai sudut kota.

Titik Rawan Kecelakaan Lalu Lintas
Selain kemacetan, Dishub Solo juga memetakan lima ruas jalan yang memiliki risiko tinggi kecelakaan, yaitu:

  1. Jalan Ir. H. Juanda
  2. Simpang Sriwedari
  3. Jalan Dr. Moewardi
  4. Jalan Ahmad Yani
  5. Flyover Manahan

Untuk meminimalkan risiko, Dishub Solo bersama Satlantas Polresta Solo, Dinas Kesehatan, dan Bina Marga akan mengerahkan personel gabungan di lokasi-lokasi strategis. Personel ini bertugas menjaga kelancaran arus lalu lintas, melakukan intervensi lampu lalu lintas jika diperlukan, serta memberikan bantuan di situasi darurat.

Imbauan bagi Pengendara
Dwi Sugiyarso mengingatkan pengendara untuk tetap mematuhi rambu lalu lintas dan menjaga kondisi tubuh. Berdasarkan informasi dari BPBD Solo, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada akhir Desember 2024 hingga Januari 2025. Oleh karena itu, kesehatan pengemudi menjadi faktor penting untuk menghindari risiko kecelakaan.

Dwi Sugiyarso mengimbau pengendara untuk selalu waspada, khususnya saat melintasi jalur-jalur rawan macet dan kecelakaan. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, dan gunakan jalur alternatif jika memungkinkan.

Melalui koordinasi yang matang, Dishub Solo berharap perjalanan masyarakat selama libur Nataru dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*