
Pemkot Solo Pastikan Jumlah Koridor Bus BST Tidak Dikurangi, Hanya Pangkas Jam Operasional
JoSS, SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memastikan bahwa tidak ada rencana untuk mengurangi jumlah koridor Bus Batik Solo Trans (BST) atau feeder meskipun ada pengurangan subsidi dari pemerintah pusat. Subsidi yang semula digunakan untuk operasional angkutan publik dengan skema buy the service akan dipangkas mulai tahun 2025. Namun, Pemkot Solo sedang mempertimbangkan beberapa opsi untuk menyesuaikan dengan perubahan kebijakan subsidi tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Budi Murtono, mengungkapkan bahwa Pemkot Solo tengah merumuskan skenario alternatif jika pemerintah pusat memutuskan untuk tidak memperpanjang pembiayaan subsidi bagi feeder pada tahun 2025. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah pemangkasan jam operasional bus BST dan feeder.
Selama ini, layanan bus BST dan feeder beroperasi mulai pukul 05.00 WIB hingga 21.00 WIB. Jika kebijakan subsidi berubah, khususnya terkait dengan subsidi untuk angkutan feeder, Pemkot Solo berencana memangkas jam operasional feeder yang sebelumnya sampai pukul 21.00 WIB menjadi hanya sampai pukul 18.00 WIB. Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia, karena biaya operasional feeder sepenuhnya akan ditanggung oleh Pemkot Solo.
Budi Murtono memastikan bahwa Pemkot Solo tidak akan mengurangi rute atau koridor yang ada. Terdapat enam koridor BST yang saat ini beroperasi, meliputi:
1. Koridor 1: Bandara Adi Soemarmo – Terminal Palur (PP)
2. Koridor 2: Sub Terminal Kerten – Terminal Palur (PP)
3. Koridor 3: Terminal Kartasura – Tugu Cembengan (PP)
4. Koridor 4: Terminal Kartasura – Terminal Palur (PP)
5. Koridor 5: Terminal Kartasura – Pasar Bekonang (PP)
6. Koridor 6: Terminal Tirtonadi – Solo Baru (PP)
Menurut Sekda, pemangkasan jam operasional akan dilakukan tanpa mengurangi rute atau koridor yang telah ada, karena perubahan ini lebih bertujuan untuk efisiensi operasional, mengingat kebutuhan masyarakat yang sudah terbiasa dengan rute yang tersedia. “Yang direncanakan itu tidak mengurangi rute, tapi akan memangkas jam layanan,” ujarnya.
Pemkot Solo melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo tengah mematangkan skenario pengelolaan angkutan umum yang lebih efisien, baik melalui pemangkasan jam operasional maupun kemungkinan kebijakan lain yang akan diumumkan lebih lanjut. Meski demikian, Sekda Solo belum dapat memastikan secara pasti berapa jam pengurangan yang akan diterapkan, karena masih dalam pembahasan.
Pemerintah Kota Solo terus berupaya agar angkutan umum tetap dapat beroperasi dengan baik, meski menghadapi tantangan pengurangan subsidi dari pemerintah pusat. Dengan skenario yang sedang dipersiapkan, diharapkan masyarakat tetap dapat memanfaatkan bus BST dan feeder untuk kebutuhan transportasi sehari-hari dengan nyaman dan terjangkau.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Koridor BST Solo Tidak Dikurangi, Hanya Pangkas Jam Operasional

Leave a Reply