
JoSS, JOGJA – Dua unit bus listrik yang diluncurkan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk armada Trans Jogja belum akan difungsikan sebagai angkutan umum, termasuk untuk wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Bus yang dibeli dengan anggaran Rp7,4 miliar ini masih dalam tahap uji coba untuk memastikan kesiapan operasionalnya.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan DIY, Wulan Sapto Nugroho, menjelaskan bahwa uji coba kedua unit bus listrik ini akan berlangsung hingga 20 Desember 2024. Selama proses tersebut, evaluasi dilakukan secara menyeluruh untuk menilai performa kendaraan, khususnya terkait penggunaan baterai.
“Bus listrik saat ini masih program uji coba, jadi sementara belum untuk melayani masyarakat secara terbuka dan belum rencananya belum akan digunakan sebagai angkutan libur Natal Tahun Baru,” ungkapnya pada Rabu (4/12/2024).
Ia menambahkan bahwa uji coba ini bertujuan untuk mengukur kapasitas baterai dalam berbagai skenario jalur operasional. “Kami uji di beberapa rute untuk memastikan penggunaan baterai sesuai dengan kapasitasnya,” tambahnya.
Salah satu kendala yang menjadi perhatian adalah keterbatasan infrastruktur pengisian daya serta kapasitas baterai. Saat ini, hanya ada satu titik pengisian daya yang tersedia, sehingga diperlukan perencanaan rute yang matang agar operasional bus dapat berjalan optimal.
“Kami uji coba di beberapa jalur untuk mengetahui penggunaan baterai biar sesuai dengan kapasitasnya,” jelas Wulan.
Sebelum peluncuran, Dinas Perhubungan DIY telah memberikan bimbingan teknis kepada para operator. Pelatihan ini mencakup pengoperasian bus listrik, pemeliharaan, hingga pengisian daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL).
“Sejauh ini kami masih mengevaluasi, tapi yang pasti untuk penggunaan bus listrik kapasitas baterai dan panjang rute harus benar-benar diperhitungkan mengingat untuk lokasi charger hanya ada di satu titik,” kata Wulan.
Jadwal operasional dan rute bus listrik akan ditetapkan setelah evaluasi tahap uji coba selesai dilakukan. Rencananya, bus listrik ini akan difokuskan pada jalur di kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta, termasuk Malioboro. Langkah ini sejalan dengan visi mendukung zona rendah emisi (Low Emission Zone) pada 2025, seiring penetapan Sumbu Filosofi sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.
Dengan kehadiran dua unit bus listrik pertama di Yogyakarta, diharapkan transportasi ramah lingkungan ini dapat menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kualitas transportasi publik di kota budaya ini.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Bus Listrik Trans Jogja Masih Uji Coba, Belum Beroperasi saat Libur Nataru

Leave a Reply