55 The Best Tourism Village 2024: Berikut 5 Desa Wisata yang Mudah Diakses

Ilustrasi menggambarkan keindahan Desa yang tenang, yang memamerkan lanskap pegunungan bersalju yang menakjubkan
Ilustrasi menggambarkan keindahan Desa yang tenang, yang memamerkan lanskap pegunungan bersalju yang menakjubkan

UN Tourism Menobatkan 55 The Best Tourism Village 2024: Berikut 5 Desa Wisata yang Mudah Diakses

ORGANISASI Pariwisata Dunia PBB, UN Tourism, baru-baru ini mengumumkan hasil dari pemilihan “The Best Tourism Village 2024” yang menobatkan 55 desa sebagai desa wisata terbaik di dunia. Proses pemilihan ini melibatkan 260 nominasi yang datang dari lebih dari 60 negara anggota, dengan penilaian yang tidak hanya berdasarkan keindahan alam, tetapi juga kekuatan transformatif yang dimiliki oleh pariwisata di masing-masing desa.

Sekretaris Jenderal UN Tourism, Zurab Pololikashvili, mengungkapkan bahwa penghargaan ini bertujuan untuk mengakui keberhasilan luar biasa yang dicapai oleh desa-desa wisata ini. Selain itu, penghargaan ini juga menyoroti bagaimana pariwisata dapat membawa dampak positif dan perubahan signifikan bagi masyarakat lokal.

Dari 55 desa yang terpilih, ada beberapa yang mudah diakses oleh wisatawan. Berikut adalah lima desa wisata terbaik 2024 yang dinilai memiliki aksesibilitas yang baik dan menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung, seperti yang dilaporkan oleh Bloomberg:

1. Splügen, Swiss

Splügen adalah sebuah desa kecil yang terletak di Pegunungan Alpen Swiss, dekat perbatasan Italia. Walaupun lebih kecil dibandingkan dengan destinasi wisata populer lainnya seperti St. Moritz, Splügen menawarkan suasana yang lebih tenang dan damai. Desa ini merupakan tempat yang sempurna bagi pengunjung yang ingin menikmati liburan musim dingin, dengan akses ke danau kristal yang menawan dan Taman Alam Beverin.

Pada tahun 2024, Splügen akan semakin menarik dengan pembukaan Hotel Speluca Brewery, yang akan mengubah bangunan lama yang terbengkalai menjadi penginapan bergaya tradisional kayu, mempertahankan keaslian arsitektur desa. Selain itu, Splügen juga telah menjadi bagian dari kawasan lindung sejak 2020, dengan komunitas lokal yang berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam sambil menarik wisatawan sepanjang tahun.

2. San Rafael de la Laguna, Ekuador

San Rafael de la Laguna terletak di kaki Pegunungan Andes, kurang dari dua jam perjalanan dari Quito, ibu kota Ekuador. Desa ini menawarkan keindahan alam yang luar biasa, termasuk Danau San Pablo atau Imbakucha, yang dikenal dengan legenda lokalnya sebagai “danau para dewa”. Pengunjung bisa menikmati tur untuk mengamati burung bangau, serta naik perahu tradisional dari buluh totora di sekitar danau.

Desa ini juga dikenal dengan kerajinan tangan lokal, di mana wisatawan dapat belajar membuat keranjang, nampan, atau topi dari buluh. Bagi yang suka bersepeda, terdapat rute yang melewati Lembah Otavalo, serta kesempatan untuk berpartisipasi dalam festival budaya yang meriah.

3. Gharb Suhayl, Mesir

Gharb Suhayl adalah sebuah desa Nubia kuno yang terletak di tepi Sungai Nil, sekitar 30 menit perjalanan dengan perahu dari kota Aswan. Desa ini terkenal dengan rumah-rumahnya yang dicat dengan warna-warna cerah seperti biru, kuning, dan emas, yang membuatnya tampak seperti sebuah galeri seni luar ruangan.

Wisatawan yang mengunjungi Gharb Suhayl dapat merasakan kehidupan lokal dengan mengunjungi rumah-rumah penduduk setempat, berbelanja kerajinan tangan khas Nubia, atau menikmati rempah-rempah dan perhiasan lokal di pasar desa. Desa ini juga menawarkan pengalaman unik dengan mural seni yang menambah daya tarik visual, menjadikannya sebuah destinasi yang memadukan keindahan budaya dan sejarah.

4. Pissouri, Siprus

Pissouri adalah sebuah desa yang terletak di pesisir barat daya Siprus, hanya 30 menit dari kota Limassol. Desa ini menawarkan suasana yang jauh lebih tenang dibandingkan dengan resor-resor besar di sekitar Limassol. Pissouri terkenal dengan jalur pendakiannya yang indah di sepanjang Cape Astrot, yang mengarah ke pemandangan teluk berair biru kehijauan dan pantai berpasir kerikil.

Pengunjung dapat menikmati hidangan lokal seperti meze, yang terdiri dari piring kecil berisi keju, zaitun, seafood, dan daging panggang, yang bisa dinikmati di alun-alun desa. Pissouri juga memiliki tradisi pembuatan anggur yang kaya, dan wisatawan dapat mengunjungi G Theophamous Winery untuk mengetahui lebih lanjut tentang sejarah dan tradisi pembuatan anggur di wilayah tersebut. Ke depan, desa ini berencana untuk membangun jalur pendakian yang ramah disabilitas dan Museum House of Halloumi yang akan memamerkan produk susu khas Siprus.

5. Uaxactún, Guatemala

Uaxactún adalah sebuah situs arkeologi Maya yang terletak di hutan tropis Guatemala, hanya 30 menit berkendara dari Taman Nasional Tikal. Uaxactún pernah menjadi pusat peradaban Maya pada abad ke-6 hingga 9 Masehi, dan kini menjadi destinasi wisata yang menawarkan pengalaman berbeda dari situs arkeologi lainnya.

Pengunjung dapat menjelajahi kuil-kuil kuno dan observatorium astronomi yang digunakan oleh bangsa Maya untuk memantau peristiwa-peristiwa langit. Uaxactún juga dikenal dengan kerajinan tangan lokal, seperti kalung dan gelang yang terbuat dari biji-bijian dan bunga hutan, yang diajarkan oleh kelompok perempuan setempat. Desa ini menawarkan pengalaman unik untuk mempelajari sejarah peradaban Maya sambil menikmati keindahan alam sekitar.

Pemilihan 55 desa sebagai “The Best Tourism Village 2024” oleh UN Tourism bukan hanya menghargai keindahan alam, tetapi juga peran penting pariwisata dalam mendukung keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat lokal. Dari desa kecil di Pegunungan Alpen Swiss hingga situs arkeologi kuno di Guatemala, setiap desa ini menawarkan pengalaman wisata yang tak terlupakan dengan akses yang semakin mudah bagi para wisatawan. Jika Anda mencari destinasi yang menggabungkan keindahan alam, budaya lokal, dan sejarah yang kaya, desa-desa ini adalah pilihan yang tepat untuk dijelajahi pada tahun 2024.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*