818 Mahasiswa Wonogiri Terima Beasiswa Pemuda Berprestasi, Bupati Dorong Kontribusi ke Masyarakat

Sebanyak 818 pemuda Wonogiri menerima beasiswa bagi mahasiswa berprestasi tahun anggaran 2024 Senin (25/11)
Sebanyak 818 pemuda Wonogiri menerima beasiswa bagi mahasiswa berprestasi tahun anggaran 2024 Senin (25/11)

818 Mahasiswa Wonogiri Terima Beasiswa Pemuda Berprestasi dari Pemkab, Bupati Joko Sutopo Harapkan Mereka Berkontribusi ke Masyarakat

JoSS, WONOGIRI – Sebanyak 818 mahasiswa asal Kabupaten Wonogiri menerima program beasiswa Pemuda Berprestasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri. Penyerahan beasiswa ini berlangsung dalam sebuah acara seremonial di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri pada Rabu, 25 November 2024. Program ini bertujuan untuk membantu mahasiswa berprestasi dalam melanjutkan studi mereka di perguruan tinggi.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, yang akrab disapa Jekek, menyampaikan pesan khusus kepada para penerima beasiswa agar mereka tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga aktif berinteraksi dengan masyarakat di sekitar tempat tinggal. Menurut Jekek, penting bagi mahasiswa untuk meluangkan waktu guna berbagi ilmu dengan warga sekitar, sehingga ilmu yang didapatkan tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi kemajuan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Jekek mengungkapkan bahwa Pemkab Wonogiri mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar untuk program beasiswa Pemuda Berprestasi pada tahun 2024. Anggaran ini diperuntukkan bagi 818 mahasiswa yang berhasil lolos seleksi. Setiap penerima beasiswa akan mendapatkan dana sebesar Rp12 juta per tahun, yang diharapkan dapat membantu biaya pendidikan mereka, seperti uang kuliah, kos, dan kebutuhan lainnya.

Program beasiswa ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2016 dengan anggaran sebesar Rp2 miliar yang diberikan kepada 166 penerima. Seiring dengan perkembangan waktu, jumlah penerima dan anggaran yang dialokasikan terus meningkat. Pada tahun 2022, jumlah penerima beasiswa mencapai 600 orang dengan anggaran Rp7,5 miliar. Bahkan, untuk tahun 2024 ini, Pemkab Wonogiri menganggarkan Rp10 miliar, dan direncanakan pada tahun depan anggaran tersebut akan meningkat menjadi Rp13 miliar hingga Rp15 miliar.

“Tahun depan anggaran program ini, kami rencanakan bisa naik menjadi Rp13 miliar-Rp15 miliar. Anggaran untuk pendidikan itu kan 20% dari APBD, program ini kan masuk ke pendidikan,” ujar Jekek saat diwawancarai di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri.

Jekek juga menekankan pentingnya bagi para penerima beasiswa untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat di sela-sela waktu kuliah mereka. Ia berharap mahasiswa yang menerima beasiswa tidak hanya pulang untuk berlibur, tetapi juga bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dengan berinteraksi dengan masyarakat. Menurutnya, kontribusi kepada masyarakat ini tidak harus dilakukan dalam bentuk formal, tetapi bisa melalui kegiatan informal seperti berdiskusi dengan warga di tingkat desa mengenai berbagai isu sosial atau pembangunan, seperti pertanian, kesehatan, atau program penanggulangan stunting.

“Pas pulang, sempatkan barang satu-dua jam untuk berdiskusi dengan warga. Tidak harus dalam skala besar. Cukup hadir misalnya di posyandu, hadir di desa, bicara RPJM Desa. Minimal ada interaksi akademik, terukur, tidak waton sulaya. Bisa ngobrol pertanian, stunting, dan sebagainya. Dari hal itu masyarakat menjadi tercerahkan, tercerdaskan,” tambah Jekek.

Pemkab Wonogiri memastikan bahwa program beasiswa ini akan tetap berjalan pada tahun-tahun mendatang. Program ini menjadi salah satu prioritas daerah dalam sektor pendidikan, yang sudah tercantum dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kabupaten Wonogiri. Dengan semakin meningkatnya anggaran dan jumlah penerima beasiswa, Pemkab berharap dapat lebih banyak membantu mahasiswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan dan turut berkontribusi dalam kemajuan daerah.

Ketua Ikatan Mahasiswa Berprestasi (Imapres) Wonogiri, Abimanyu Arya Ramadhan, melaporkan bahwa pada tahun 2024, jumlah pendaftar untuk program beasiswa ini mencapai 2.264 orang. Setelah melalui seleksi ketat, sebanyak 818 mahasiswa berhasil terpilih sebagai penerima beasiswa. Para penerima beasiswa tersebut terdiri dari mahasiswa Strata I, Diploma III, Diploma IV, dan Strata II yang berasal dari berbagai universitas di Indonesia. Dari 818 penerima, 447 di antaranya adalah penerima lanjutan, sementara 371 lainnya merupakan penerima baru.

Abimanyu juga menyatakan bahwa para mahasiswa penerima beasiswa siap untuk memenuhi harapan Pemkab Wonogiri agar mereka dapat terjun ke masyarakat dan memberikan kontribusi positif. “Kami siap untuk segera merespons ajakan Pemkab untuk turun ke masyarakat, memberikan kontribusi yang bermanfaat, serta meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” ujar Abimanyu.

Salah satu penerima beasiswa, Narwa Putri Indriani, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Pemkab Wonogiri. Narwa, yang merupakan mahasiswa DIII Akuntansi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, telah menerima beasiswa ini sejak 2022. Ia mengatakan bahwa dana sebesar Rp12 juta yang diterimanya sangat membantu dalam menunjang biaya kuliah, seperti biaya indekos, pembelian laptop, serta biaya untuk kegiatan magang.

“Sangat merasa bersyukur dan bangga kepada Kabupaten Wonogiri karena saya mendapatkan benefit yang banyak dari program ini,,” ungkap Narwa.

Dengan adanya program beasiswa ini, Pemkab Wonogiri berharap dapat mendukung pendidikan yang lebih merata, serta mendorong mahasiswa untuk memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan daerah dan masyarakat. Program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas, tetapi juga berkarakter dan peduli terhadap perkembangan sekitar mereka.

 

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*