Pengukuhan Duta Petani Milenial Kota Semarang: Upaya Regenerasi Petani Muda dan Ketahanan Pangan

Pengukuhan pengurus Duta Petani Milenial dan Andalan oleh Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, dalam pembukaan Semarang Agro Expo 2024 di Balai Benih Pertanian (BPP) Mijen, Jumat (15/11).
Pengukuhan pengurus Duta Petani Milenial dan Andalan oleh Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, dalam pembukaan Semarang Agro Expo 2024 di Balai Benih Pertanian (BPP) Mijen, Jumat (15/11).

JoSS, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang secara resmi mengukuhkan pengurus Duta Petani Milenial dan Andalan melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Semarang Nomor 500.6/1067 Tahun 2024. Prosesi pengukuhan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, dalam pembukaan Semarang Agro Expo 2024 yang digelar di Balai Benih Pertanian (BPP) Mijen pada Jumat (15/11).

Dalam sambutannya, Hevearita, yang akrab disapa Mbak Ita, menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Pemkot Semarang untuk mendukung regenerasi petani muda. “Kami mengukuhkan petani-petani milenial, yang konon katanya baru pertama dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota. Ini adalah bentuk dukungan Pemkot Semarang agar mereka menjadi petani-petani generasi emas Indonesia 2045,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Shoti’ah, SP., menjelaskan bahwa keberadaan Duta Petani Milenial diharapkan mampu menjadi penggerak strategis untuk memperkuat sektor pertanian di Kota Semarang. “Nanti diharapkan dengan adanya teman-teman pengurus petani milenial ini, dapat menggerakkan petani-petani muda yang ada di kota Semarang. Sehingga bisa menggerakkan roda pertanian ini menuju ke arah yang lebih baik, dan Kota Semarang bisa menjadi tangguh pangan, mandiri pangan dan daulat pangan,” ujarnya.

Pengukuhan ini, menurut Shoti’ah, adalah kelanjutan dari program-program regenerasi petani yang telah dimulai sejak beberapa tahun terakhir. Program Petani Milenial sendiri sudah dimulai oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2021 dan terus dikembangkan oleh Pemkot Semarang, terutama sejak kepemimpinan Mbak Ita. Berbagai program unggulan seperti Kita Tani Muda, Urban Farming Corner, Jambore Petani Cilik dan Remaja, hingga pengukuhan Duta Petani Milenial telah dirancang untuk memperkuat regenerasi petani muda.

Sandi Febrianto, ketua pengurus Duta Petani Milenial sekaligus pengusaha hidroponik dari Sandi Buana Farm, menyampaikan apresiasinya terhadap kebijakan Mbak Ita. Ia menilai langkah ini tidak hanya memberikan inspirasi tetapi juga peluang bagi petani muda untuk mengembangkan diri. “Melalui kepengurusan yang berisi petani muda ini pertama untuk menjadi inspirasi bahwa pertanian itu menguntungkan. Kedua sebagai wadah petani muda untuk memiliki jejaring dan koneksi di bidang pertanian,” jelas Sandi.

Sandi optimis bahwa pengurus Duta Petani Milenial akan mampu mengemban amanah untuk mendorong lahirnya petani muda yang produktif dan inovatif. “Kami akan memaksimalkan kepercayaan ini untuk mencetak petani muda baru yang produktif dan bisa memenuhi kebutuhan pangan Kota Semarang,” tambahnya.

Dengan landasan hukum yang jelas melalui SK Wali Kota, pembentukan pengurus Duta Petani Milenial ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan petani muda di Kota Semarang. Selain itu, inisiatif ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintah pusat, termasuk mensukseskan program makan sehat bergizi yang digalakkan di Kota Semarang.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*