Wisata Kalikesek Limbangan: Menikmati Proses Home Industri Kolang-kaling dan Gula Aren

Destinasi wisata Kalikesek di Desa Sriwulan Kecamatan Limbangan, kini menjadi salah satu tempat wisata idola di Kabupaten Kendal Jawa Tengah

Melihat Home Industri Kolang-kaling dan Gula Aren di Wisata Kalikesek Limbangan

JoSS, KENDAL – Destinasi wisata Kalikesek di Desa Sriwulan Kecamatan Limbangan, kini menjadi salah satu tempat wisata idola di Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Desa wisata yang berada di wilayah pegunungan ini menyuguhkan pemandangan alam dan terapi ikan. Selain itu disana juga ada home industri manisan kolang kaling.

Lokasi wisata berada di tengah sawah, namun dekat perkampungan dan penuh kesejukan alam. Jarak dari Kota Semarang maupun kota Kendal sekitar 35 kilometer yang bisa ditempuh sekitar satu jam perjalanan.

Di sana selain wisata alam dan terapi ikan, juga ada berbagai kuliner lokal. Salah satunya adalah home industri manisan kolang kaling atau nes kolang kaling. Pengunjung bisa melihat prosesnya, mulai dari pengambilan kolang kaling di pohon hingga menjadi manisan kolang kaling.

Ahmad Nasirin, selaku pemilik nes kolang kaling, yang juga sebagai Pengurus Bumdes Sriwulan dan Pengurus Pokdarwis Kalikesek, menjelaskan, di Dukuh Kalikesek ini banyak pohon aren, sehingga banyak home industri gula aren dan kolang kaling.

“Saya berpikir, agar UMKM di Kalikesek bisa naik kelas, maka saya menampung kolang kaling di Desa Sriwulan, khususnya Dusun Kalikesek, sehingga saya menciptakan manisan kolang kaling, yang kolang kalingnya dari warga, ditampung kemudian dibuat manisan kolang kaling,” ujarnya.

Produk manisan kolang kaling dikemas dalam plastik sebanyak enam biji dan untuk menarik pembeli, maka air gula dan pewarna makanan agar menarik. Setelah dikemas dan diberi label, kemudian siap untuk dijual.

Kemasan dalam satu plastik, dari rumah produksi dijual 12 ribu rupiah. Namun sesampainya di tempat oleh-oleh bisa bervariasi harganya, ada yang 15 sampai 25 ribu rupiah. Dalam satu hari bisa memproduksi manisan kolang kaling satu ton.

Nasirin menambahkan, bahwa hasil produknya sudah tersebar di tempat oleh-oleh di Semarang maupun di Kendal. Manisan kolang kaling ini tanpa bahan pengawet, namun bisa bertahan enam bulan, bahkan jika disimpan di kulkas bisa lebih dari satu bulan.

Pengunjung bisa mencicipi manisan kolang kaling atau bisa mencari di tempat oleh-oleh. Pembeli juga bisa datang langsung di rumah produksi nes kolang kaling di Dusun Kalikesek Desa Sriwulan Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal.

Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kendal, Ahmad Syahrul Falah mengatakan, segala potensi yang ada bisa diangkat untuk mendukung Dasa Wisata. Seperti halnya home industri kolang kaling dan gula aren di wisata Kalikesek. “Home industri kolang kaling bisa menjadi daya tarik wisata, sehingga semakin banyak pengunjungnya. Namun keuntungan lainnya, produksi kolang kaling juga makin banyak pembelinya,” katanya.

 

Cek berita dan artikel lainnya diĀ GOOGLE NEWS

Wisata Kalikesek Limbangan: Menikmati Proses Home Industri Kolang-kaling dan Gula Aren

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*