
Elevated Rail Simpang Joglo Solo Beroperasi, Akses Cepat ke Bandara Adi Soemarmo
JoSS, SOLO – Salah satu proyek infrastruktur terbaru di Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta, yaitu jalur elevated Simpang Joglo Solo, telah beroperasi pada hari Rabu (30/10/2024). Kereta Api Bandara Adi Soemarmo (BIAS) menjadi kereta pertama yang melalui jalur ini, berangkat dari Stasiun Solo Balapan pada pukul 08.35 WIB menuju Bandara Adi Soemarmo.
Pengoperasian jalur elevated ini bertujuan mengurangi kemacetan lalu lintas di sekitar Simpang Joglo serta meningkatkan efisiensi dan kenyamanan perjalanan kereta api. Manajer Humas Daop 6 Yogyakarta, Krisbiyantoro, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan transportasi yang lebih modern di wilayah tersebut.
“Pengoperasian jalur elevated Simpang Joglo adalah momen bersejarah bagi Daop 6. Ini merupakan upaya kami untuk terus meningkatkan layanan transportasi kereta api yang lebih aman dan efisien,” ujarnya.
Bersamaan dengan pembukaan jalur elevated ini, jalur ganda antara Stasiun Kalioso hingga Kadipiro juga mulai beroperasi. Jalur ini diproyeksikan untuk mendukung pengembangan konektivitas menuju Semarang. “Kami berkomitmen menghadirkan layanan kereta api yang handal, dan pengembangan infrastruktur ini menjadi bukti nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan moda transportasi yang aman dan modern,” tambah Krisbiyantoro.
Berdasarkan informasi dari Humas Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) I Jawa Tengah, jalur elevated rail antara Solo Balapan dan Kadipiro membentang sejauh 3 kilometer, sedangkan jalur ganda antara Kadipiro dan Kalioso memiliki panjang 8 kilometer. Kepala BTP Kelas I Semarang, Rudi Pitoyo, menjelaskan bahwa pengoperasian ini didahului oleh sejumlah persiapan, termasuk inspeksi bersama dengan PT KAI Daop 6 pada hari Senin (28/10/2024). Pada Selasa, dilakukan persiapan switch over (SO) di lima titik dan pra-SO di dua titik.
“Setelah uji beban dan analisis pekan lalu, kami mempersiapkan switch over dengan melakukan perubahan layout di Stasiun Kadipiro dan peningkatan persinyalan dari mekanik ke elektrik di Stasiun Kalioso, yang kini memiliki tambahan satu jalur menjadi empat jalur,” ujar Rudi pada Rabu (30/10/2024).
Rudi menekankan pentingnya keselamatan bagi masyarakat sekitar jalur baru ini. “Kami telah membangun lima pos jaga serta pintu perlintasan di area ini. Pastikan untuk selalu tengok kiri dan kanan, tetap hati-hati, dan patuhi rambu dan markah jalan untuk keselamatan bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Prasarana Perkeretaapian, Riska Sasanti, menjelaskan bahwa tujuan utama switch over (SO) adalah menghubungkan jalur eksisting dengan jalur elevated baru antara Solo Balapan-Kadipiro serta mengaktifkan jalur ganda (double track) di segmen Kadipiro-Kalioso.
“KA pertama yang melintasi rel layang Joglo masih berjalan dengan kecepatan terbatas 40 km/jam. Kecepatan operasional akan dievaluasi secara berkala hingga mencapai standar perencanaan,” jelas Riska.
Menurut jadwal dari BTP I Jawa Tengah, total ada 30 perjalanan kereta api setiap hari yang akan melintasi jalur elevated rail di Simpang Joglo Solo, mencakup kereta penumpang dan barang. Selain KA BIAS, beberapa kereta penumpang yang melewati jalur ini adalah Joglosemarkerto, Majapahit, Banyubiru, Brantas, Matarmaja, dan Brawijaya.
Site Manager Proyek Rel Layang Simpang Joglo Solo, Dendy Purboyo, menjelaskan bahwa jembatan rel layang sepanjang 792 meter dengan bobot 30.000 ton ini telah beroperasi, namun masih ada beberapa pekerjaan tambahan yang dijadwalkan selesai pada Desember 2024.
“Ornamen-ornamen yang dimaksud itu seperti lampu, drainase, dan sebagainya. Saat ini, ornamen itu sedang proses pabrikasi, sehingga kami harus menunggu,” ungkap Dendy.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Elevated Rail Simpang Joglo Solo Beroperasi, Akses Cepat ke Bandara Adi Soemarmo

Leave a Reply