RS Dr. Moewardi Solo Melayani Fetoskopi Laser Ablasio untuk Tangani Sindrom TTTS pada Janin Kembar

Tindakan Fetoskopi Laser Ablasio pada janin kembar twin-twin transfusion syndrome (TTTS) di RSUD Dr Moewardi Solo Jawa Tengah, minggu lalu. (Dokumentasi Humas RSUD Dr Moewardi)
Tindakan Fetoskopi Laser Ablasio pada janin kembar twin-twin transfusion syndrome (TTTS) di RSUD Dr Moewardi Solo Jawa Tengah, minggu lalu. (Dokumentasi Humas RSUD Dr Moewardi)

JoSS, SOLO – RSUD Dr. Moewardi (RSDM) Solo kini menjadi rumah sakit pertama di Jawa Tengah yang menyediakan layanan Fetoskopi Laser Ablasio untuk penanganan Twin-to-Twin Transfusion Syndrome (TTTS) pada janin kembar. Teknologi medis canggih ini baru tersedia di beberapa fasilitas kesehatan di dunia, dan di Indonesia, hanya ada tujuh rumah sakit yang menawarkan layanan ini.

Fetoskopi Laser Ablasio merupakan prosedur medis mutakhir yang memungkinkan dokter untuk memisahkan aliran darah antara janin kembar yang mengalami TTTS, sebuah kondisi yang mengakibatkan ketidakseimbangan sirkulasi darah antara kedua janin. Ketidakseimbangan ini bisa berdampak fatal karena satu janin “mendonorkan” darah kepada janin lain, yang dapat berakibat pada kematian keduanya jika tidak segera ditangani.

Tujuh rumah sakit di Indonesia yang menyediakan layanan ini adalah RSAB Harapan Kita dan RSUPN Cipto Mangunkusumo di Jakarta, RSUP Adam Malik di Medan, RSAL Dr. Ramelan dan RSUD Dr. Soetomo di Surabaya, serta RSDM di Solo. Dengan adanya fasilitas ini di berbagai wilayah, masyarakat di Indonesia kini dapat mengakses layanan canggih ini dari kawasan barat, pusat, tengah, hingga timur.

Lebih dari 1.000 Kasus TTTS Dapat Ditangani dengan Tingkat Keselamatan Tinggi

Berdasarkan data epidemiologi, lebih dari 1.000 kasus TTTS terjadi setiap tahun di Indonesia. Dengan Fetoskopi Laser Ablasio, tingkat keselamatan pada kasus TTTS meningkat lebih dari 80%, dibandingkan kurang dari 5% tanpa tindakan medis khusus. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan teropong fiber optik canggih yang dimasukkan ke dalam rahim untuk mengidentifikasi dan menghentikan aliran darah antara kedua janin pada permukaan plasenta.

Pada Sabtu, 28 September 2024, RSDM sukses melakukan prosedur ini pada janin kembar usia kandungan 22 minggu. Direktur RSDM, Cahyono Hadi, menyampaikan bahwa tindakan tersebut berlangsung sekitar dua setengah jam, dan hasilnya langsung terlihat dengan kondisi perut ibu yang membaik tanpa ketegangan, serta gerakan janin yang aktif dan normal. “Pada evaluasi tiga hari pasca-tindakan, arus darah pada kedua janin sudah terlihat lebih seimbang,” kata Cahyono dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 29 Oktober 2024.

Kolaborasi Tenaga Ahli dalam Prosedur Fetoskopi Laser Ablasio

Dalam pelaksanaan prosedur ini, Divisi Fetomaternal KSM Obgin RSUD Dr. Moewardi bekerja sama dengan tim dari Kementerian Kesehatan RI dan RSAB Harapan Kita. Prosedur ini memerlukan sayatan minimal 3 mm dengan persiapan yang matang, termasuk pemetaan posisi kedua janin, kantung ketuban, dan plasenta, yang dilakukan melalui ultrasonografi tingkat lanjut.

Menurut Cahyono, tindakan ini melibatkan lima dokter dari RSDM serta tiga dokter spesialis dari RSAB Harapan Kita. Dengan pencapaian ini, RSUD Dr. Moewardi kini mampu memberikan layanan Prenatal Diagnosis dan Fetal Terapi berstandar internasional, yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Solo dan Jawa Tengah.

Selain menyelamatkan nyawa janin, Fetoskopi Laser Ablasio juga membantu mencegah kerusakan organ pada janin sehingga mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk tumbuh tanpa gangguan neurologis, jantung, ataupun gangguan kelenjar.

Di Asia Tenggara, layanan Fetoskopi Laser Ablasio hanya tersedia di beberapa pusat kesehatan besar di negara seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura. Di Eropa dan Amerika, teknologi ini sudah lebih banyak digunakan, tetapi di Indonesia, ketersediaan layanan ini menjadi bukti kemajuan dalam bidang kesehatan prenatal yang terus berkembang.

 

 

Cek berita dan artikel lainnya diĀ GOOGLE NEWS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*