Proyeksi Agro Edu Wisata Banjarharjo: Sentra Kelengkeng Terbesar di Kulon Progo Tahun 2026

Agro Edu Wisata Banjarharjo diproyeksikan akan menjadi penghasil buah kelengkeng terbesar di Kulon Progo pada tahun 2026 mendatang
Agro Edu Wisata Banjarharjo diproyeksikan akan menjadi penghasil buah kelengkeng terbesar di Kulon Progo pada tahun 2026 mendatang. (Dokumentasi Humas Pemprov DIY)

JoSS, JOGJA – Agro Edu Wisata Banjarharjo diprediksi akan menjadi sentra penghasil buah kelengkeng terbesar di Kulon Progo pada tahun 2026. Setiap pohon di area tersebut diperkirakan dapat menghasilkan minimal 20 kilogram buah dalam satu kali panen.

Pada Selasa (03/09), Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, secara resmi meresmikan Agro Edu Wisata ini di Lapangan Kalurahan Banjarharjo, Kalibawang, Kulon Progo. Dalam acara tersebut, Sri Sultan bersama para pejabat Pemda DIY lainnya turut menanam bibit kelengkeng sebagai simbol dimulainya proyek ini.

Menurut Sri Sultan, Agro Edu Wisata ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama karena berdiri di atas lahan kalurahan. “Kalurahan memang harus memberikan fasilitas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bagaimana caranya? Salah satunya dengan pemanfaatan tanah kalurahan, dan dengan didukung oleh Dana Keistimewaan,” ungkap Sri Sultan.

Ia juga menambahkan bahwa Dana Keistimewaan saat ini dirancang untuk dapat dimanfaatkan secara lebih luas oleh masyarakat. Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama melalui sektor pertanian dan peternakan yang menjadi tulang punggung ekonomi di daerah pedesaan.

Suwandi, Carik Kalurahan Banjarharjo, menjelaskan bahwa Agro Edu Wisata Banjarharjo dibangun di atas lahan seluas 6 hektar. Proyek ini didanai oleh Dana Keistimewaan serta Dana Desa. Suwandi optimis bahwa pada tahun 2026, Banjarharjo akan menjadi pusat penghasil kelengkeng terbesar di wilayah Kulon Progo.

“Kami berharap nanti tahun 2026 Bapak Gubernur bisa hadir untuk panen perdana di kebun buah kelengkeng. Kami hitung satu pohon minimal 20 kilo, dikali 1.170 pohon. Kami berharap doa dan dukungannya untuk ekonomi yang ada di Banjarharjo,” kata Suwandi.

Penanaman bibit kelengkeng ini melibatkan warga setempat, yang didukung oleh tenaga ahli dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo melalui DPP Kalibawang. Dengan kolaborasi yang kuat antara masyarakat, pemerintah, dan ahli pertanian, Suwandi yakin Banjarharjo akan menjadi sentra produksi kelengkeng terbesar di Kulon Progo pada 2026.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*