
JoSS, JAKARTA – Prabowo Subianto Ajak Semua Partai Bergabung dalam Kabinet, Kritik Konsep Oposisi ala Barat. Presiden terpilih, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato selama lebih dari 40 menit di hadapan pengurus, kader, dan simpatisan Partai Nasdem. Dalam pidatonya, Prabowo tampil layaknya seorang komedian tunggal dengan banyak guyonan dan banyolan yang membuat suasana cair. Ia bahkan menyebut Surya Paloh, Ketua Umum Partai Nasdem, sebagai ‘Bung Brewok’.
Prabowo juga menggambarkan Surya Paloh sebagai mantan atasannya ketika masih berada di Golkar, sebuah partai di mana mereka pernah bersama. Namun, kali ini situasinya berbeda, Prabowo kini menjadi presiden terpilih sementara Surya Paloh memimpin Nasdem, partai yang turut menjadi bagian dari Koalisi Indonesia Maju.
Meskipun pidato Prabowo dipenuhi dengan humor, suasana berubah serius ketika ia membahas rencananya untuk merangkul seluruh partai politik ke dalam kabinetnya. Ia tidak mengindahkan kritik dari aktivis demokrasi yang mempermasalahkan kemungkinan terbentuknya “koalisi gemuk” dalam pemerintahan mendatang.
Prabowo beralasan bahwa Indonesia adalah negara besar, sehingga mengajak banyak partai untuk bergabung dalam satu kabinet adalah solusi terbaik untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi negara ini. “Ada yang mengatakan ‘wah ini bagaimana? Koalisi gemuk banget’. Bangsa kita besar. Bangsa Indonesia itu sama dengan Eropa. Eropa berapa? 27 negara, 28 negara, kita satu negara,” ujar Prabowo di Jakarta Convention Center (JCC) pada Selasa, 27 Agustus 2024, saat menutup Kongres III Partai Nasdem.
Prabowo secara terbuka mengkritik konsep oposisi yang sering kali diterapkan di negara-negara Barat. Menurutnya, budaya oposisi yang saling menyerang tidak cocok diterapkan di Indonesia yang memiliki tradisi politik berbeda. “Jangan kita mau ikut-ikut budaya barat, bagaimana itu mungkin suka apa ya, oposisi, oposisi, gontok-gontokan, oposisi nggak mau kerja sama, itu mungkin budaya mereka, budaya kita ya sudah lah,” katanya.
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut partai-partai yang sebelumnya berada di pihak lawan dalam Pilpres 2024, seperti PKS, PKB, dan Nasdem, namun tidak menyebut PDIP untuk bergabung dalam Koalisi Indonesia Maju yang kemudian dikenal sebagai KIM Plus. “Sama PKS ayo terima kasih, bergabung, PKB terima kasih bergabung, jangan pergi lagi tapi. Bergabung terima kasih,” tambahnya.
Menanggapi hal ini, Juru Bicara PDIP, Aryo Seno Bagaskoro, mengatakan bahwa partainya tidak mengenal konsep oposisi atau koalisi, melainkan akan berjuang baik di dalam maupun di luar pemerintahan. Meskipun tidak mengenal oposisi, Aryo menegaskan bahwa sikap PDIP terhadap pemerintahan mendatang akan ditentukan dalam kongres partai yang akan datang. “Sikap kami di pemerintahan mendatang akan ditentukan dalam kongres partai,” jelas Aryo.
Cek berita dan artikel lainnya diĀ GOOGLE NEWS
Prabowo Subianto Ajak Semua Partai Bergabung dalam Kabinet, Kritik Konsep Oposisi ala Barat

Leave a Reply