
JoSS, TEMANGGUNG – Pemerintah Kabupaten Temanggung gandeng Satgas Pangan Polres Temanggung cegah penimbunan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri, pada April mendatang.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Dinkopdag) Temanggung, Ponco Marbagyo mengatakan, bahan pangan atau bahan pokok rawan terjadi penimbunan.
“Pemkab dan Satgas Pangan Polres mencari adakah penimbunan komoditas tertentu oleh orang tidak bertanggungjawab,” katanya, Kamis (21/3/2024).
Ia berpesan pada warga untuk dapat menginformasikan, apabila ada kelangkaan komoditas tertentu dan dugaan penimbunan yang dilakukan pihak yang ingin ambil untung.
Ponco Marbagyo mengatakan, perlu adanya pengawasan dari tingkat produksi hingga distribusi. Pengawasan di tingkat distribusi di antaranya di pedagang dan gudang.
“Pedagang besar, tempat berdagang dan gudang akan diperiksa untuk memastikan tidak ada penimbunan,” imbuhnya.
Saat ini, ujarnya, komoditas yang mahal adalah beras, sehingga kini sedang dicermati apakah ada penimbunan.
“Kita waspadai itu, tapi selama ini belum ada indikasi. Tetapi tetap akan kita laksanakan (pengawasan),” jelas Ponco Marbagyo
Dikatakan, dalam beberapa minggu terakhir tidak ada stok bahan pokok yang kosong, artinya tetap tersedia.
“Hanya kalau masalah kenaikan harganya memang terjadi, yang di antaranya penyebabnya adalah memang produktivitas di lokal masih rendah,” ujarnya.
Sebagai informasi, untuk membantu memenuhi kebutuhan bahan pokok selama Ramadan dan Idulfitri, Pemkab Temanggung dan TP PKK menggelar Gerakan Pangan Murah yang digelar di 20 kecamatan dan di Pendopo Pengayoman.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Temanggung Indira Agung Prabowo mengatakan, Gerakan Pangan Murah bertujuan untuk meringankan beban warga dalam memenuhi ketersediaan pangan di Bulan Ramadan.
“Kami berharap, adanya Gerakan Pangan Murah ini bisa membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,” kata Indira Agung Prabowo, saat pantauan Gerakan Pangan Murah di Halaman Balai Desa Ngropoh, Kecamatan Kranggan, Temanggung, Kamis (14/3/2024).
Indira menjelaskan, Gerakan Pangan Murah dimulai Kamis (14/3/2024) dan berakhir Rabu (27/3/2024) yang tersebar di 20 kecamatan yang ada. Hari pertama di Halaman Kantor Kecamatan Pringsurat dan Halaman Balai Desa Ngropoh, Kecamatan Kranggan.
Sedangkan untuk hari Jumat (15/3/2024) di Halaman Kantor Kecamatan Selopampang dan Tembarak, Senin (18/3/2024) di Pendopo Kantor Kecamatan Kaloran dan Halaman Kantor Kecamatan Kandangan. Terakhir di Halaman Kantor Kecamatan Temanggung dan Tlogomulyo pada Rabu (27/3/2024).
Indira menambahkan, Gerakan Pangan Murah didukung Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Bulog, TP PKK Kabupaten Temanggung, dan Badan Pangan Nasional. Bulog menyediakan 5 ton beras di tiap kecamatan. Harga sembako sendiri lebih murah dibanding dengan harga umum pasar. Selisihnya antara Rp 2000 hingga Rp 2500 per kilogram.
Adapun komoditas lain yang dijual di gerakan tersebut, yakni minyak goreng, gula pasir, sirup, tepung terigu dan dan sejumlah komoditas lain. Harga di tiap kecamatan berbeda atau ada penyesuaian.
“Kami telah mengimbau pada penyedia, bahwa harga yang dijual harus di bawah harga pasar,” jelasnya.
Rencananya ada 21 titik kegiatan Gerakan Pangan Murah. “Selain di masing-masing kecamatan, ada tambahan satu titik, yakni di Pendopo Pengayoman yakni H-10 Lebaran,” jelasnya. (lna)

Leave a Reply