Australia Dukung Indonesia dalam Memperkuat Ketahanan Iklim di Sektor Perbankan

Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia Steve Scott menyampaikan pernyataan dalam peluncuran "Climate Risk Management and Scenario Analysis" (CRMS) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Senin (4/3/2024). (foto: ANTARA/Kedubes Australia).

JoSS, JAKARTA – Australia menegaskan komitmennya untuk mendukung Indonesia dalam memperkuat ketahanan iklim, terutama dalam sektor perbankan, melalui berbagai bentuk kerja sama yang telah terjalin antara kedua negara.

Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, Steve Scott, menyatakan hal ini melalui pernyataan tertulis Kedutaan Besar Australia di Jakarta pada hari Senin (4/3/2024). Menurutnya, Indonesia dan Australia memiliki tantangan dan peluang yang sama dalam menanggapi perubahan iklim.

“Kedua negara kita saat ini sedang menangani permasalahan di mana pertimbangan perubahan iklim masih merupakan hal yang baru bagi pemerintah dan industri. Untuk itu, Indonesia dan Australia menjalin kemitraan dan berbagai pengetahuan di berbagai bidang yang berkaitan dengan iklim dan energi,” katanya, dikutip dari Antara, Senin (4/3/2024).

Scott juga mengapresiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas pencapaian lembaga itu dalam meluncurkan panduan manajemen risiko iklim komprehensif untuk perbankan, Climate Risk Management and Scenario Analysis (CRMS), pada Senin.

Panduan tersebut bertujuan memberikan dukungan kebijakan bagi bank dan komitmen mereka pada target nol emisi karbon Indonesia dengan panduan teknis untuk mengukur pengaruh iklim terhadap risiko kredit dan operasional bank.

Dalam kerangka kerja ini, Indonesia dan Australia akan bekerja sama memperkuat ketahanan sektor perbankan dalam menghadapi perubahan iklim melalui pengembangan kerangka kerja pengujian risiko iklim atau Climate Risk Stress Test Framework.

Kerja sama tersebut akan dilakukan melalui kerja sama antara OJK dan Kemitraan Australia-Indonesia untuk Pembangunan Ekonomi (Prospera).

Kerja sama ini juga didukung oleh berbagai badan pemerintah Australia, seperti Australian Treasury, Australian Prudential Regulation Authority, Reserve Bank of Australia, dan Australian Securities and Investment Commission.

Kemitraan tersebut bertujuan meningkatkan investasi melalui saran dalam hal kebijakan dan peraturan untuk memfasilitasi transisi energi, memajukan kesetaraan dan inklusi gender, serta mempercepat peluang pendanaan iklim. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*