
ARTIS sinetron Alice Norin membuat heboh publik dengan pengakuan tentang penyakit yang dideritanya. Alice Norin, yang kini beralih fokus ke bisnis e-commerce fashion dewasa, mengungkapkan bahwa ia didiagnosis menderita kanker sarkoma pada bagian rahim setelah sebelumnya ditemukan miom sebesar 6 sentimeter.
Menurut penjelasan dr Boyke, pada beberapa kasus, pembengkakan di rahim seringkali salah diidentifikasi sebagai miom biasa, padahal setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, seringkali ditemukan sel kanker yang sudah menyebar.
Risiko kanker sarkoma umumnya muncul pada usia menopause. Oleh karena itu, penting untuk waspada jika terjadi perdarahan yang tidak normal, karena hal ini bisa menjadi indikasi awal dari perkembangan kanker.
“Dia biasanya ketahuannya, ada perdarahan-perdarahan dulu tuh, perdarahan yang banyak, kemudian dilakukan kuret untuk diagnosis sekalian untuk menghentikan perdarahannya. Biasanya dimulai dengan hiperplasia, hiperplasia itu masih jinak, tapi kalau sudah hiperplasia yang nanti ada juga pembengkakan, itu hiperplasia yang ganas,” tuturnya saat dihubungi detikcom Jumat (16/2/2024).
“Pada waktu itulah diketahui, karena susah sekali mendeteksi kanker badan rahim, kalau kanker leher rahim dengan pap smear juga bisa, tapi kalau kanker badan rahim iitu harus di-diagnosisnya dengan menggunakan kuret, di dalamnya itu dikerok baru ketahuan sel-sel tidak normalnya itu,” sambungnya.
Perdarahan yang tidak normal bukan seperti menstruasi biasa, alias perdahannya tidak kunjung berhenti meski sudah diberi obat. Jika mengalami kondisi demikian, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
“Ya dikasih obat berhenti hanya sementara, tetapi nanti perdahannya nggak berhenti lagi, nanti dokter bertanya ada apa nih? Pas di-USG oh ternyata sedikit bengkak rahimnya, di-pap smear negatif, nggak positif, berarti bukan kanker leher rahim kan kemudian dilakukan kuret ya setelah dilakukan kuret baru ketahuan tampak sel-sel kanker,” lanjutnya.
Sementara pada kasus orang menopause, tandanya tentu lebih jelas. Saat mendadak muncul perdarahan, kondisi ini bisa menandakan keganasan. dr Boyke menyebut faktor risiko lainnya adalah genetik, hingga pola hidup tidak sehat.
Dirinya berpesan untuk rutin memeriksakan diri terkait kesehatan organ reproduksi minimal setahun sekali. Tidak hanya bagian rahim, pemeriksaan kesehatan lain yang juga penting termasuk mammografi untuk kanker payudara.
“Ada banyak faktor risiko, termasuk faktor genetik atau riwayat kanker yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker sarkoma. Selain itu, gaya hidup juga memiliki peran yang signifikan,” jelas dr Boyke, seperti dikutip dari detikcom pada Jumat (16/2/2024).
Menurut dr Boyke, risiko kanker sarkoma meningkat tiga hingga lima kali lipat menjelang masa menopause. Oleh karena itu, penting untuk melakukan deteksi dini secara rutin untuk menghindari penyebaran sel kanker ke stadium lanjut.
“Pada saat memasuki masa menopause, sebaiknya hindari konsumsi kacang-kacangan dan daging berlemak tinggi, serta perbanyak makanan yang mengandung phytoestrogen dan sayur-sayuran hijau,” tambahnya.
Kabar mengenai kondisi kesehatan Alice Norin menjadi peringatan penting bagi wanita untuk lebih memperhatikan kesehatan organ reproduksi, terutama menjelang dan saat masa menopause. Deteksi dini dan gaya hidup sehat merupakan kunci untuk mencegah dan mengatasi risiko kanker sarkoma pada rahim. (lna)

Leave a Reply