Onde-Onde Wajib Ada Saat Perayaan Cap Go Meh, Ini Alasannya

Onde-onde. (foto: Tastynesia.com)

CAP GO MEH merupakan salah satu perayaan yang dinanti-nanti bagi masyarakat Tionghoa. Cap Go Meh merupakan puncak dari perayaan Imlek. Perayaan tersebut diselenggarakan pada hari ke-15 bulan pertama dalam penanggalan Tionghoa.

Tahun ini perayaan Cap Go Meh jatuh pada tanggal 24 Februari 2024. Tanggal tersebut bertepatan pada hari Sabtu terakhir di bulan Februari 2024.

Layaknya hari raya, pada setiap keluarga Tiaonghoa akan berkumpul dengan keluarga besar untuk makan bersama dan saling berkunjung. Nah ada beberapa kuliner atau jajanan yang awajib ada saat perayaan Cap Go Meh, yaitu onde-onde.

Onde-onde, cemilan yang sudah lama menjadi favorit masyarakat Tionghoa, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner Indonesia. Berbentuk bulat dengan warna keemasan, onde-onde bukan hanya sekadar hidangan, melainkan juga lambang keberuntungan, terutama dalam perayaan tahun baru Imlek.

Sejarah onde-onde bisa ditelusuri hingga zaman Dinasti Zhou di China, sekitar tahun 1045-256 SM. Pada awalnya, hidangan ini diperuntukkan khusus untuk para tukang kayu dan tukang batu yang terlibat dalam pembangunan istana kekaisaran. Onde-onde dipercaya melambangkan simbol keselamatan dan kebersamaan bagi orang-orang yang mengonsumsinya.

Meskipun memiliki akar dari China kuno, onde-onde telah beradaptasi dengan cita rasa dan variasi bahan-bahan lokal di Indonesia. Bentuknya yang bulat dengan biji wijen yang membalut bagian luarnya menjadikan onde-onde tampil unik dan berbeda dari jajanan tradisional lainnya. Aromanya yang wangi dan teksturnya yang kenyal, berkat bahan dasar tepung ketan, menjadikan onde-onde digemari oleh banyak orang.

Onde-onde juga memiliki peran penting dalam perayaan Cap Go Meh yang dirayakan oleh komunitas Tionghoa di Indonesia. Selama perayaan ini, onde-onde menjadi hidangan wajib yang disantap bersama keluarga dan teman-teman. Penggunaan onde-onde dalam Cap Gomeh didasarkan pada makna simbolisnya sebagai lambang keselamatan dan kebersamaan.

Selain itu, onde-onde juga memiliki cerita menarik dalam perjalanan ke Indonesia. Onde-onde diperkenalkan oleh para pedagang Tionghoa yang ikut berlayar dengan kapal Laksamana Cheng Ho. Meskipun aslinya berisi pasta kacang merah, di Indonesia, kacang hijau digunakan sebagai penggantinya karena lebih mudah ditemukan. Perubahan ini membentuk karakteristik onde-onde Indonesia yang berbeda dari versi China.

Seiring perkembangan zaman, onde-onde mengalami berbagai inovasi. Mulai dari varian rasa seperti green tea, strawberry, hingga cokelat, hingga pewarna alami untuk memberikan warna yang menarik. Inovasi-inovasi ini mencerminkan bagaimana kuliner terus berkembang dan beradaptasi dengan selera dan preferensi masyarakat.

Jadi, jika Anda belum mencoba onde-onde, jajanan tradisional yang lezat dan unik ini, pastikan untuk mencarinya di pasar tradisional atau toko kue ternama yang ada di sekitar Anda. Rasakan kenikmatan cita rasa Indonesia yang kaya akan sejarah dan budaya melalui onde-onde yang menggugah selera! (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*