Modus Baru Penipuan Gunakan Teknologi Deepfake, Karyawan Keuangan di Hong Kong Setor Rp402 Miliar

Ilustrasi penipuan online. (Shutterstock/Pungu x)

JoSS, HONG KONG – Kasus penipuan dengan menggunakan teknologi deepfake semakin marak terjadi, dengan para penjahat siber memanfaatkannya untuk menipu korbannya. Salah satu kasus terbaru terjadi di Hong Kong, di mana seorang karyawan di perusahaan multinasional menjadi korban.

Adapun modus penipuan itu melibatkan teknologi deepfake yang marak gara-gara pengembangan sistem kecerdasan buatan (AI). Deepfake merupakan teknik memodifikasi atau menciptakan konten visual berupa foto dan video dengan bantuan AI.

Biasanya, hasil ramuan tool deepfake bisa sangat realistis dan sulit dibedakan dengan konten asli. Hal ini bisa menimbulkan kesalahan persepsi bagi orang yang melihatnya.

Menurut laporan dari Engadget pada Rabu (8/2/2024), karyawan keuangan yang tidak disebutkan identitasnya tersebut ditipu untuk mengirimkan uang sebesar USD 25,6 juta atau sekitar Rp 402 miliar.

Polisi Hong Kong menyatakan bahwa pelaku kejahatan siber ini menghubungi karyawan tersebut dengan menyamar sebagai kepala keuangan perusahaan berbasis di Inggris. Korban awalnya merasa curiga karena diminta melakukan transaksi rahasia melalui email, namun teknologi deepfake digunakan oleh pelaku untuk menipu korban.

Karyawan tersebut diajak untuk menghadiri video call dengan “CFO” dan anggota perusahaan lainnya yang dikenal, namun ternyata setiap orang yang berinteraksi dengan korban adalah hasil dari teknologi deepfake.

Video deepfake ini diduga dibuat menggunakan klip video publik dari seseorang di dunia nyata. Pelaku kejahatan siber meminta karyawan untuk memperkenalkan dirinya dan kemudian menginstruksikan dia melakukan 15 transfer berjumlah USD 25,6 juta ke lima rekening bank lokal.

Pelaku juga sengaja menciptakan rasa urgensi untuk melakukan tugas tersebut, dan tiba-tiba memutus panggilan untuk membuat korban lengah.

Setelah seminggu berlalu, karyawan baru menemukan kejanggalan saat menindaklanjuti permintaan tersebut di perusahaan Hong Kong.

Ini bukanlah kasus pertama penipuan yang memanfaatkan deepfake, dengan kepolisian Hong Kong telah melakukan 6 penangkapan yang berhubungan dengan penipuan bermodus serupa. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*